Bantuan Rp 2,3 Miliar untuk Perikanan Bali

Kompas.com - 29/12/2011, 18:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan memberi bantuan dana sebesar Rp 2,3 miliar bagi pelaku usaha perikanan, meliputi pembudidaya ikan, nelayan, pengolah dan pemasar hasil perikanan. Bantuan pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) diserahkan secara simbolis Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo kepada Pemerintah Kabupaten Badung, Kamis (29/12/2011) di Pura Segara Kedonganan, Bali.

Sharif mengemukakan, bantuan PUMP merupakan salah satu program besar KKP di tahun 2010-2014. Tahun 2011, bantuan PUMP telah disalurkan ke 300 kabupaten/kota dari 33 provinsi di Indonesia.

"Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar ikan  serta pengembangan wirausaha di dalam kelompok agar kelompok bisa mandiri," ujar Cicip.

Bantuan PUMP meliputi bantuan kepada 14 kelompok usaha bersama (KUB) masing-masing senilai Rp 100 Juta per kelompok. Selain itu, bantuan lansung masyarakat senilai Rp 400 juta rupiah kepada 8 kelompok pengolah dan pemasar ikan senilai Rp 50 juta per kelompok, serta Rp 500 juta bantuan langsung kepada 5 kelompok pembubidaya ikan Rp 100 Juta per kelompok. PUMP itu juga disalurkan untuk bantuan sarana prasarana perikanan tangkap kepada 14 KUB.

Bantuan meliputi 14 mesin tempel senilai Rp 392 juta, 80 alat pencari ikan (fish finder) senilai Rp 520 juta, 80 GPS Portable senilai Rp 400 juta, 102 jaring senilai Rp 510 juta dan 252 life Jacket senilai 75,6 juta.       

Tahun 2012, ujar Cicip, pihaknya berencana mengalokasikan dana Rp 4 miliar untuk menunjang kawasan Minapolitan di Kedonganan, Badung.  dana itu diperuntukkan bagi pembangunan pasar ikan dan sarana prasarana lain.       

Sebelumnya, Provinsi Bali menerima dana program PUMP dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk periode pertama 2011 sebesar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dibagikan kepada 24 kelompok usaha pengolahan produk perikanan. 24 kelompok itu berasal Kabupaten Klungkung, Buleleng dan Badung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau