JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi pembakaran yang dilakukan oleh kelompok masyarakat di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), terus terjadi. Setelah rumah dinas bupati Kotawaringin Barat dibakar oleh massa, sore hari tadi, setidaknya satu rumah warga dibakar.
Menurut salah satu warga Pangkalanbun, Mulyono, rumah warga yang dibakar tersebut merupakan rumah saksi yang diajukan oleh pasangan Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto dalam sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kobar yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), beberapa waktu yang lalu. Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto akhirnya memang dalam sidang.
"Sudah merembet. Rumah saksi Pak Ujang dibakar tadi," katanya, Kamis (29/12/2011). Hingga kini, belum ada informasi apakah ada korban jiwa dalam aksi anarki tersebut.
Aksi pembakaran diduga dilakukan oleh kelompok pendukung pasangan Sugianto Sabran dan Eko Soemarno yang menang dalam pemungutan suara, tetapi kemudian dinyatakan kalah oleh Mahkamah Konstitusi. Pembakaran rumah bupati dilakukan sekelompok orang yang berjumlah sekitar 500 orang sejak pukul 14.00 Wita tadi.
Untuk meredam aksi tersebut, Gubernur Kalteng Teras Narang beserta Kapolda Kalteng Brigjen (Pol) Damianus Jackie segera menemui pihak perusuh di kantor Mapolres Kota Arud Utara. "Malam ini Gubernur dan Kapolda sudah datang, mau ada negosiasi, saat ini masih berlangsung, kami belum tahu hasilnya," ucap Mulyono.
Situasi Kobar memanas jelang pelantikan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) petahana, Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto. Pelantikan diagendakan pada Jumat besok di kantor Kementerian Dalam Negeri. (Tribunnews.com/ Samuel Febriyanto)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang