Kasus cek perjalanan

Sehat, Nunun Penuhi Pemeriksaan KPK

Kompas.com - 30/12/2011, 09:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan, Nunun Nurbaeti kembali menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (30/12/2011). Saat memasuki Gedung KPK sekitar pukul 09.00 pagi ini, Nunun yang didampingi dua kuasa hukumnya itu tampak sehat. Biasanya, tak ada sepatah kata pun yang diucapkannya. Hari ini, Nunun menyapa para wartawan dengan salam.

"Asalamualaikum," kata Nunun.

Namun, istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Darajatun itu enggan berkomentar seputar kasus yang tengah menjeratnya. Dengan dikawal tiga pengawal pribadinya, Nunun yang mengenakan kerudung abu-abu, kacamata hitam, dan pashmina itu langsung melangkah ke dalam gedung. Demikian juga dengan kuasa hukum Nunun, Ina Rahman.

"Nanti saja ya," kata Ina.

Menurut Ina, kliennya itu dalam kondisi sehat dan siap menjalani pemeriksaan. Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan Nunun terkait posisinya sebagai tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan. Nunun disangka memberikan sejumlah cek perjalanan ke anggota DPR 1999-2004 untuk meloloskan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Pemeriksaan kali ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Nunun.

Pada pemeriksaan kedua, 27 Desember lalu, Nunun menyampaikan keterlibatan Miranda dalam kasus ini ke penyidik KPK. Kuasa hukum Nunun, Mulyaharja mengatakan, kliennya mengungkapkan bahwa Miranda pernah meminta Nunun diperkenalkan ke anggota DPR 1999-2004 untuk memuluskan pemilihannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau