10 Suara Baru yang Tak Percaya kepada PSSI

Kompas.com - 30/12/2011, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu anggota Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), Roberto Rouw, mengungkapkan, mosi tidak percaya terhadap PSSI bertambah sepuluh suara sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 462 suara. Tambahan suara ini memperbesar kekuatan pihak yang sepakat untuk menggelar kongres luar biasa guna menurunkan kepemimpinan Djohar Arifin Husin di PSSI.

"Sampai hari ini, kami telah menerima 10 surat tambahan dukungan untuk menggelar kongres luar biasa (KLB). Mungkin bisa bertambah lagi" kata Roberto kepada wartawan di depan kantor PSSI, Jumat (30/12/2011).

Sebelumnya, sebanyak 452 anggota PSSI menyatakan sikap mosi tidak percaya dalam Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RASN) di Pullman Hotel pada 18 Desember lalu. Berkas yang berisi suara 452 anggota PSSI ini rencananya akan dikirimkan kepada FIFA dan AFC awal Januari 2012.

Meski begitu, Roberto Rouw enggan membeberkan asal sepuluh suara tambahan tersebut. Namun, dia memastikan bahwa sepuluh suara yang baru diterima itu tak akan turut dikirimkan kepada FIFA dan AFC. Roberto mengatakan, KPSI menyimpan berkasnya.

"Berkas dari 452 anggota PSSI itu, kan, sudah kami legalisir dan kami jadikan satu dokumen dan tinggal dikirim. Jadi, pernyataan tambahan dari 10 anggota itu kami tidak sertakan untuk dikirim ke FIFA dan AFC. Tapi, jika nanti masih ada yang meragukan, akan kami keluarkan berkas itu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau