Kontrak Rudal Boeing Raih 3,48 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 31/12/2011, 20:36 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -- Produsen pesawat terbang Boeing Co menyabet kontrak pembuatan sistem pertahanan peluru kendali senilai 3,48 miliar dollar AS. Boeing menggeser saingan beratnya yang juga kontraktor utama pembuatan peluru kendali atau rudal itu, yakni Lockheed Martin.

Demikian diungkapkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon seperti dirilis kantor berita Reuters dari Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (31/12/2011).

Kontrak yang berdurasi tujuh tahun itu dikhususkan untuk membangun sistem pertahanan rudal dengan daya jelajah tinggi. Itu sudah termasuk pengembangan, pengujian, rekayasa, dan produksi sistem pertahanan rudal. Tim Lockheed Martin Corp bekerja sama dengan Raytheon Co mengikuti tender pengadaan sistem rudal itu untuk bersaing dengan afiliasi Boeing dengan Northrop Grumman Corp. Boeing dan Northrop telah mengembangkan sistem pertahanan berbasis darat sebagai anti rudal.

"Kami percaya pemerintah membangun kompetisi terbuka dan fair serta membuat keputusan yang benar bagi masa depan program ini," ujar Wakil Presiden Boeing, Norm Tew.

Lockheed menyatakan ikut terhormat telah berpatisipasi dalam tender tersebut. Sementara kontrak ini akan memberikan nilai tambah bagi Boeing sebesar 18 milliar dollar AS, secara akumulasi sejak Januari 2001. Kontrak ini akan membangun sistem pertahanan berbasis radar dan sensor lainnya berupa jaringan komunikasi serat optik sepanjang 20.000 mil di Fort Greely, Alaska dan Vandenberg Air Force Base, California.

Benteng anti rudal ini telah dibentuk pertama kali saat Amerika berusaha melindungi diri dari potensi serangan rudal balistik dari Iran dan Korea Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau