WASHINGTON DC, KOMPAS.com -- Produsen pesawat terbang Boeing Co menyabet kontrak pembuatan sistem pertahanan peluru kendali senilai 3,48 miliar dollar AS. Boeing menggeser saingan beratnya yang juga kontraktor utama pembuatan peluru kendali atau rudal itu, yakni Lockheed Martin.
Demikian diungkapkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon seperti dirilis kantor berita Reuters dari Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (31/12/2011).
Kontrak yang berdurasi tujuh tahun itu dikhususkan untuk membangun sistem pertahanan rudal dengan daya jelajah tinggi. Itu sudah termasuk pengembangan, pengujian, rekayasa, dan produksi sistem pertahanan rudal. Tim Lockheed Martin Corp bekerja sama dengan Raytheon Co mengikuti tender pengadaan sistem rudal itu untuk bersaing dengan afiliasi Boeing dengan Northrop Grumman Corp. Boeing dan Northrop telah mengembangkan sistem pertahanan berbasis darat sebagai anti rudal.
"Kami percaya pemerintah membangun kompetisi terbuka dan fair serta membuat keputusan yang benar bagi masa depan program ini," ujar Wakil Presiden Boeing, Norm Tew.
Lockheed menyatakan ikut terhormat telah berpatisipasi dalam tender tersebut. Sementara kontrak ini akan memberikan nilai tambah bagi Boeing sebesar 18 milliar dollar AS, secara akumulasi sejak Januari 2001. Kontrak ini akan membangun sistem pertahanan berbasis radar dan sensor lainnya berupa jaringan komunikasi serat optik sepanjang 20.000 mil di Fort Greely, Alaska dan Vandenberg Air Force Base, California.
Benteng anti rudal ini telah dibentuk pertama kali saat Amerika berusaha melindungi diri dari potensi serangan rudal balistik dari Iran dan Korea Utara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang