Banjir brebes

Warga Korban Banjir Masih Dievakuasi

Kompas.com - 01/01/2012, 11:13 WIB

BREBES, KOMPAS.com- Badan SAR Nasional bersama SAR Kabupaten Brebes, TNI, polisi, PMI masih mengevakuasi warga di Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terendam banjir, Minggu (1/1/2012) siang ini.

Evakuasi dilakukan dengan menggunakan dua perahu karet. Sementara sebagian warga lainnya memilih berjalan kaki menyusuri jalan yang terendam banjir, menuju lokasi pengungsian.

Koordinator SAR Brebes, Adhe Dhani Raharjo, mengatakan, dalam evakuasi Badan SAR Nasional menerjunkan 18 personil, sedangkan SAR Brebes sekitar 20 orang.

Banjir di Desa Kecipir melanda tiga wilayah Pedukuhan, yaitu Dukuh Bancang, Kecipir, dan Blanko. Banjir menggenangi sekitar 646 rumah, dengan 1.425 kepala keluarga, dan 5.706 jiwa.

Menurut Kepala Desa Kecipir, Akrom, ada dua lokasi pengungsian warga, yaitu Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda di Dukuh Bancang dan tenda evakuasi di Dukuh Blanko. Selain itu, di wilayah tersebut juga didirikan dapur umur. "Ada sekitar 1.000 jiwa yang mengungsi," katanya.

Kebanyakan warga yang mengungsi yaitu ibu-ibu dan anak-anak. Sementara bapak-bapak masih bertahan di rumah mereka. Selain di dua lokasi pengungsian tersebut, warga juga mengungsi di rumah tetangga atau saudara mereka yang terbebas dari banjir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau