Tahun baru 2012

Ini Cara-cara Unik Warga Dunia Rayakan Tahun Baru

Kompas.com - 01/01/2012, 14:23 WIB

KOMPAS.com - Apa warna pakaian yang Anda kenakan pada malam Tahun Baru? Apa pun pilihan Anda, hal ini mungkin berkaitan dengan budaya atau harapan Anda pada 2012. Banyak cara yang dilakukan orang dalam menyambut pergantian tahun.
Salah satu yang paling umum adalah dengan menyalakan atau menonton kembang api. Ada yang percaya bahwa menyalakan kembang api di malam tahun baru dapat memastikan bahwa satu tahun ke depan dipenuhi dengan keberuntungan.

Ragam cara unik rayakan tahun baru

Cara unik lainnya dilakukan sebagian warga di negara-negara di Amerika Selatan, seperti Brazil dan Argentina, yakni mengenakan pakaian dalam berwarna tertentu. Setiap warna mewakili harapan tertentu. Warna kuning mewakili harapan bahwa satu tahun ke depan dipenuhi dengan keberuntungan materi. Warna merah menunjukkan bahwa sang pemakai berharap akan menemukan cinta.

Sementara itu, jika berharap kedamaian, maka orang tersebut akan mengenakan pakaian dalam berwarna putih. Namun, satu tema Tahun Baru yang berlaku melintasi batas negara, usia, dan kelompok etnis adalah berpesta pora demi satu tahun ke depan yang lebih cemerlang. Terkait menu, hal ini berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Bagi sebagian warga Eropa Utara, kol melambangkan umur panjang. Sebagian warga Spanyol dan banyak negara Amerika Latin memiliki tradisi memakan 12 butir anggur, setiap butir dipercaya "menjamin" kebahagiaan setiap bulan pada satu tahun mendatang.

Sementara itu, sebagian orang di Amerika Selatan percaya bahwa kacang polong berwarna hitam membawa hal baik pada liburan tahun baru. Sebaliknya, sebagian warga Georgia tidak mengandalkan koki untuk keberuntungan. Mereka bergantung pada orang pertama melewati pintu rumah mereka setelah tengah malam - orang yang, secara teoritis, akan membawa keberuntungan bagi mereka selama satu tahun berikutnya.

Ngemil permen di Malam Tahun Baru adalah cara lain yang dilakukan sebagian warga Georgia untuk memastikan bahwa 2012 menjadi tahun yang manis. Sementara itu, sebagian warga Brasil melewati akhir tahun dengan berselancar melewati gelombang guna memastikan satu tahun ke depan dipenuhi keberuntungan. Atau, jika tidak tinggal di dekat pantai, mereka akan berderma.

Berbeda dengan warga Brazil, sebagian masyarakat Filipina memiliki tradisi menyantap buah bulat yang dipercaya membawa keberuntungan. Beberapa tradisi Tahun Baru tidak ada hubungannya dengan keberuntungan.

Di Denmark, gunungan pecahan piring di depan beranda rumah menunjukkan bahwa sang pemilik rumah memiliki banyak teman. Di negara tersebut, masyarakat memiliki tradisi melempar piring lama di depan beranda rumah kerabat/teman mereka.

Namun, bagi para warga yang turut larut dalam perayaan pergantian tahun, ada banyak tradisi baru yang mereka ciptakan sendiri. Hal ini, misalnya, acara kumpul-kumpul sederhana bersama keluarga dan teman, menonton penurunan bola di lapangan Times Square, New York, di TV, atau sekedar berjalan di sekitar rumah.

Beberapa lagi mungkin hanya pergi tidur lebih awal sehingga mereka memiliki energi pada Hari Tahun Baru. Sementara itu, sebagian lainnya mungkin akan mengenakan pakaian dalam yang warnanya sesuai suasana hati dan keinginan mereka untuk 2012.

Apa pun cara Anda merayakannya, Selamat tahun baru!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau