Dikenali karyawan perkebunan

Dua Mayat Tanpa Kepala di Pangkalan Bun

Kompas.com - 01/01/2012, 22:05 WIB

PANGAKALAN BUN, KOMPAS.com- Jenazah dua pria tanpa kepala ditemukan di tepi Sungai Arut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Minggu (1/1/2012). Mereka adalah pegawai PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP), yakni Sugiman (36) tenaga keamanan kamp karyawan dan Sumali (41), penyedia angkutan tandan buah segar kelapa sawit.

Hingga sekitar pukul 21.30, kedua jenazah masih dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Menurut Humas PT GSPP Hashaludin Rahman di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, berdasarkan informasi yang ia terima, kedua jenazah ditemukan sekitar pukul 13.00 hingga 14.00. Kepastian penemuan mayat itu kepada Hashaludin disampaikan Mandor PT GSPP, Jose Morera.

Tempat kejadian belum dapat dipastikan, tapi antara Desa Penopa atau Kelurahan Pangkut sekitar 150 kilometer (km) dari Pangkalan Bun atau tiga jam ditempuh dengan kendaraan bermotor.

"Kepala mereka hilang. Telapak tangan Sumali juga hilang dua-duanya. Sementara, satu telapak tangan Sugiman putus tapi masih terlihat di tempat kejadian, hanya belum tahu yang kiri atau kanan," kata Hashaludin.

Pada tubuh para korban ditemukan luka akibat benda tajam, terutama bagian punggung. Selain itu, darah berceceran di sekitar kedua mayat. Menurut Hashaludin, kedua mayat sempat dibawa ke puskesmas Pangkut.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau