Kepala Dua Korban Pembunuhan Belum Ditemukan

Kompas.com - 02/01/2012, 15:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian menemukan dua orang korban tewas tanpa kepala di area Golf I PT PBNA, Group Astra di Desa Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Minggu (1/1/2012). Korban diketahui atas nama Sugiman (36) sebagai petugas keamanan di perusahaaan tersebut, dan Sumali (41), seorang kontraktor pengangkut sawit.

"Jam 12.30 WIT, ditemukan dua mayat dengan kepala terpotong. Belum ditemukan di mana kepalanya, pergelangan tangannya juga terpotong," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di Jakarta, Senin (1/1/2012). Keduanya diduga dibunuh saat memancing di di Tepi Sungai Arut.

Menurut Saud, saat ditemukan semua perlengkapan dan barang milik korban utuh. Termasuk dompet milik keduanya. Menurutnya, lokasi kejadian cukup jauh, dari tempat kepolisian setempat. Harus menempuh dua jam perjalanan untuk sampai di lokasi tersebut. Oleh karena itu, kini pihaknya tengah melacak pelaku pembunuhan. Ia menyatakan kepolisian belum bisa menentukan motif pembunuhan dari dua warga tersebut karena belum ditelusuri lebih jauh kronologis peristiwa tersebut.

"Pelakunya sedang kita lacak. Saat ini kita belum bisa menyimpulkan. Kita tunggu saja sampai pelakunya tertangkap, baru kita bisa mengetahui motif pembunuhannya,"pungkas Saud.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau