5 Manfaat Yoga untuk Kenikmatan Bercinta

Kompas.com - 02/01/2012, 17:25 WIB

KOMPAS.com - Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine pada tahun 2009 mengungkapkan bahwa perempuan yang awalnya tidak merasa bahagia dengan kehidupan seksnya, ternyata perlahan mengalami perubahan yang signifikan dalam kehidupan seksnya. Perubahan ini meliputi peningkatan gairah, keinginan untuk bercinta, serta orgasme yang lebih baik. Perbaikan dalam kehidupan seks ini ternyata disebabkan karena para perempuan ini berlatih yoga. Psikolog, terapis fisik, sekaligus penulis buku A Happy You: Your Ultimate Prescription for Happiness, Dr Elizabeth R. Lombardo, percaya bahwa yoga memang sangat baik untuk meningkatkan kehidupan seks Anda. Alasannya adalah sebagai berikut:

1. Melatih fokus perhatian.
Sebagian besar fokus dari yoga adalah untuk menenangkan pikiran dan otak. Setiap hari, Anda biasa berpikir tentang berbagai hal yang harus dilakukan. Tak jarang hal ini membuat Anda cepat lelah dan stres. Pikiran-pikiran seperti inilah yang dapat dengan mudah memengaruhi pikiran Anda saat di dalam kamar, sehingga mengurangi gairah untuk bercinta. "Mungkin saat itu fisik Anda ada di dalam kamar, tapi pikiran Anda melayang entah memikirkan apa, sehingga tidak fokus dengan pasangan Anda. Hal ini bisa mengurangi kenikmatan seks," ungkap Lombardo. Yoga bisa membantu Anda untuk mengatur dan mengelola pikiran serta stres Anda dengan lebih baik. Yoga juga bisa menenangkan pikiran sehingga Anda bisa berpikir jernih dan fokus pada hal yang sedang dilakukan, misalnya seks.

2. Lebih baik dari kegel. Latihan kegel yang mengutamakan kontraksi sederhana dari otot dasar panggul memang baik untuk meningkatkan gairah seks, karena latihan ini bisa memperkuat otot yang bekerja ketika melakukan seks. Namun, yoga dinilai lebih baik daripada senam kegel. Karena, yoga tak hanya memperkuat otot panggul, tetapi juga membantu pencapaian kontraksi otot selama bercinta, sehingga sesi bercinta menjadi lebih baik dan lebih lama.

3. Mengurangi stres. "Yoga merupakan salah satu cara untuk 'membunuh' stres," ungkap Lombardo. Ketika Anda stres, Anda cenderung kehilangan gairah untuk bercinta dan merasa tak punya waktu untuk bercinta. Stres secara harafiah mampu mengurangi libido Anda, dan mampu membuat Anda depresi. Dengan beryoga, Anda bisa merelaksasikan pikiran dan mengurangi serangan stres dalam otak. Hal ini berarti bahwa dengan pikiran bebas stres maka gairah seks Anda akan meningkat. Anda akan berpikir untuk melihat seks sebagai sesuatu yang menyenangkan ketika Anda tidak superstres.

4. Meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas.
Yoga sangat baik untuk mengencangkan otot tubuh, fleksibilitas, dan daya tahan saat bercinta. Perkembangan yang dihasilkan dari daya tahan dan kekuatan otot yang didapatkan dari yoga dapat membantu selama seks, terutama bagi Anda yang menyukai seks yang atraktif.

5. Kepercayaan diri.
Yoga bisa meningkatkan kepercayaan diri Anda, karena ketika Anda berada dalam kondisi tubuh yang prima dan bentuk tubuh yang ideal, maka Anda akan merasa lebih percaya diri. Kepercayaan diri ini juga membantu Anda merasa lebih nyaman di kamar tidur bersama pasangan. "Ada perubahan biokimia yang terjadi di dalam otak ketika kita latihan yoga. Hal ini bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri kita bahkan meskipun bentuk tubuh kita belum berubah," tukas Lombardo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau