Kasus suap

KPK Segera Periksa Nunun Setelah Kembali ke Rutan

Kompas.com - 03/01/2012, 00:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) merasa sangat terganggu dengan bolak-baliknya tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Nunun Nurbaeti dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ke rumah sakit. Tercatat sudah tiga kali Nunun dirawat di rumah sakit sejak ditangkap KPK dan ditahan di Rutan Pondok Bambu.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, bolak-baliknya Nunun dari Rutan Pondok Bambu ke rumah sakit sangat menggangu proses pemeriksaan yang dilakukan KPK. "Tentu mengganggu," kata Johan di Jakarta, Senin (2/1/2012) malam.

Nunun pertama kali dirawat pascaditangkap KPK pada 12 Desember lalu, saat pertama kali diperiksa KPK. Belum juga diperiksa penyidik, Nunun pingsan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center di Kuningan yang tak jauh dari kantor KPK. Setelah itu Nunun dirujuk ke RS Polri Soekanto, Kramatjati, JakartaTimur.

Nunun kembali dirawat di RS Abdi Waluyo, Menteng Jakarta, pada 23 Desember. Sekeluar dari RS Abdi Waluyo, Nunun yang saat itu tampak sehat kembali menjalani pemeriksaan di KPK. Ketika itu Nunun malah menjawab beberapa pertanyaan wartawan, tak seperti sebelumnya yang hanya menjawab pertanyaaan wartawan dengan kalimat, "tidak tahu."

Hari pertama tahun ini dilalui Nunun dengan kembali dirawat di RS Polri. Namun, malam ini Nunun kembali dibawa ke Rutan Pondok Bambu karena kondisinya dikabarkan membaik. "Menurut dokter RS Polri, kondisinya sudah membaik," katanya.

Johan mengatakan KPK tak akan membuang waktu dengan kondisi Nunun. Untuk itu, begitu dinyatakan kondisi kesehatannya membaik, KPK akan segera melakukan pemeriksaan terhadap istri mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Adang Daradjatun tersebut. "Segera akan kami lakukan pemeriksaan sebagai tersangka," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau