Ajarkan Anak Makan Makanan Sehat

Kompas.com - 03/01/2012, 09:15 WIB

KOMPAS.com - Waktu makan seringkali menjadi masalah tersendiri bagi ibu dan anak. Maklum saja, anak-anak cenderung lebih menyukai jajanan yang kurang bergizi, atau junk food yang akhirnya menyebabkan anak menjadi obesitas.

Sebagai orangtua Anda memiliki pengaruh dan kontrol yang sangat besar dalam situasi ini. Untuk itu, Anda perlu lebih cermat dalam menyediakan asupan makanan sehat pada anak-anak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak-anak mau makan makanan sehat.

1. Beri contoh yang baik.
Orangtua seharusnya menjadi contoh bagi anak-anak, termasuk dalam hal makan. Anak-anak mengamati apa yang Anda makan, bahkan ketika Anda tidak sadar mereka sedang memperhatikan Anda. Misalnya, ketika Anda sedang menonton televisi ditemani sepiring gorengan dan sekantong keripik. Hal ini mengirimkan pesan yang salah kepada anak-anak, bahwa makanan itulah yang seharusnya dinikmati sehari-hari. Mereka tidak akan mengerti apakah makanan tersebut cukup bergizi atau adakah pengaruh buruknya. Sebaiknya, buatlah makanan yang sehat sebagai camilan Anda, misalnya potongan buah segar di tengah hari dan tawarkan kepada anak-anak.

2. Masak makanan sehat. Anda tidak perlu memaksa anak-anak Anda untuk menyantap berbagai makanan sehat dengan alasan bisa menurunkan berat badan. Untuk mendorong kebiasaan makan sehat anak-anak Anda, kurangi kebiasaan Anda jajan, dan masaklah berbagai masakan sendiri di rumah. Gunakan kreativitas Anda untuk mengolah berbagai masakan. Jika Anda membiasakan anak untuk makan makanan rumahan sejak mereka kecil, mereka pun tidak akan membiasakan diri untuk mengonsumsi jajanan di luar yang kurang menjanjikan asupan gizinya.

3. Berikan imbalan.
Berikan imbalan pada anak ketika mereka bersedia memakan sayur atau buah-buahan yang Anda sediakan untuknya. Misalnya saja, anak sangat menyukai es krim. Maka Anda bisa menetapkan aturan, mereka bisa menikmati es krim jika mereka sudah menghabiskan seporsi buah yang disediakan. Pendek kata, buah dan sayuran menjadi kudapan utamanya, sedangkan camilan lain yang menjadi favoritnya hanya diposisikan sebagai bonus saja.

4. Bersikap tegas dan konsisten. Ketika sudah menetapkan aturan untuk menyantap makanan sehat di rumah, bersikaplah konsisten dengan aturan tersebut. Jangan memberi kelonggaran hanya karena anak mengeluh sedang malas atau sedang capek. Jika anak tidak menghabiskan sayur bagiannya, beri hukuman dengan tidak memberikan makanan penutup kesukaannya. Anak-anak jauh lebih mudah memahami hadiah atau hukuman langsung dibanding hanya sekadar ucapan. Diskusikan aturan ini dengan pasangan, agar Anda bisa saling mendukung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau