Asusila

Dukun Gadungan Perkosa Gadis

Kompas.com - 03/01/2012, 13:38 WIB

KUTA, KOMPAS.com— Mengaku bisa mengobati orang yang terkena guna-guna, Fatlah (35) berhasil memperdaya seorang ibu dan anak gadisnya, NS (18). Perbuatan cabul yang dilakukan di semak-semak itu akhirnya dilaporkan kepada polisi dan kini Fatlah meringkuk di tahanan Kepolisian Sektor Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Kepala Kepolisian Sektor Kuta Ajun Komisaris I Gede Ganefo, Selasa (3/1/2012), mengatakan, Fatlah ditangkap Senin siang kemarin setelah polisi mendapat laporan tentang kasus asusila itu. ”Kini kami masih menyelidiki apakah ada korban-korban lainnya,” kata Gede Ganefo.

Menurut Ganefo, peristiwa itu bermula ketika Fatlah bertemu ibu korban pada Senin pagi. Kepada ibu korban yang juga masih tetangganya, Fatlah mengatakan bahwa NS terkena guna-guna dan dia mengaku bisa membantu menyembuhkannya.

Anehnya, ibu korban langsung percaya dan membiarkan Fatlah ”menyembuhkan” anaknya. Sesuai intruksi Fatlah, ibu korban menyuruh anaknya membawa beberapa potong kain untuk dipakai saat bertemu dengan tersangka.

Tersangka dan korban pun lalu bertemu di jalan. Dengan motor milik masing-masing, tersangka mengajak korban ke arah semak-semak. Di tempat itulah tersangka berbuat tak senonoh.

Mendapat perlakuan tak wajar, NS sempat takut dan ingin menelepon ibunya. Akan tetapi, Fatlah berbohong dan berusaha meyakinkan kepada NS bahwa ibunya sudah setuju.

Setelah kejadian, NS lalu pulang, sementara Fatlah mengikuti dari belakang. NS lalu bercerita kepada ibunya tentang perbuatan tak pantas yang dilakukan Fatlah. Mendengar cerita itu, sang ibu marah. Kasus itu pun dilaporkan ke polisi.

”Rupanya tersangka sudah sering lihat gadis itu,” kata Ganefo. Kini tersangka dijerat Pasal 285 KUHP subsider Pasal 293 KUHP tentang perkosaan dan terancam hukuman penjara 12 tahun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau