BANDUNG, KOMPAS.com - Ajat Sudrajat (39), warga Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, hanya bisa kesal tapi tak berdaya sewaktu ditemui di depan bangsal RSUP Hasan Sadikin, Selasa (3/1/2011). Anaknya yang berusia 15 tahun, Luqmanul Hakim, terbaring tidak sadar sejak Minggu (1/1/2012) dini hari lalu.
Pada Minggu dini hari, dia mendapatkan kabar dari polisi bahwa anaknya tidak sadar dan berada di RS AMC Cileunyi. Ternyata, dia mendapati Luqman menderita luka bekas sabetan senjata tajam di kepala, dengan panjang lebih dari 10 sentimeter. Dia pun dirujuk ke Hasan Sadikin hingga kini.
Luka sabetan itu mengakibatkan serpihan yang menempel di otak Luqman belum bisa diambil. "Dalam waktu dekat akan dioperasi lagi, untuk mengeluarkan serpihan tengkorak agar tidak melukai otak," ujar Ajat.
Dia menduga anaknya kembali menjadi korban kebringasan geng motor. Mustahil luka yang ada di tubuh Luqman didapatkan dari tabrakan atau terjatuh. Pertama kali mendapatkan kabar, Ajat diberitahu bahwa anaknya mengalami kecelakaan tunggal.
Kejadian naas yang menimpa Luqman terjadi justru sewaktu dia ingin merayakan malam tahun baru di Jatinangor Town Square. Dia bersama sahahat karibnya, Firman, naik motor Yamaha Mio yang baru dibeli dua bulan sebelumnya. Hanya saja, Ajat sendiri tidak tahu persis dimana Luqman mengalami kejadian itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang