Perlombaan menuju gedung putih

"Kuda Hitam" Itu Bernama Rick Santorum

Kompas.com - 04/01/2012, 15:15 WIB

IOWA, KOMPAS.com Rick Santorum, atau lengkapnya Richard John Santorum, tidak diunggulkan dalam pemilihan di Kaukus Iowa Partai Republik, Selasa (3/1/2012) malam waktu setempat, dalam proses panjang untuk meraih kursi Gedung Putih pada November tahun ini.

Dalam sejumlah jajak pendapat menjelang kaukus, ia hanya menduduki peringkat ketiga di belakang Mitt Romney, mantan Gubernur Negara Bagian Massachusetts yang diunggulkan untuk menjegal Barack Obama dari Partai Demokrat, dan anggota Kongres asal Texas, Ron Paul. Namun, ia telah diramal bakal menjadi kuda hitam karena dalam beberapa hari terakhir dukungan untuknya melonjak. Rick Santorum, yang lahir pada 10 Mei 1958, sendiri masih kurang begitu yakin ia bisa menang. Ia hanya menargetkan posisi ketiga.

Pada jam-jam menjelang kaukus itu, CNN melaporkan, ia ditanya apakah dirinya merasa yakin menang dalam Kaukus Iowa itu. Ia menjawab, "Ya, saya merasa jika kami dapat meraih tiga besar, itu akan menjadi sesuatu yang hebat."

Hasil pemilihan ternyata di luar dugaan banyak orang dan Santorum sendiri. Ia bersaing ketat dengan Romney. Dari 99,5 suara yang telah dihitung, Santorum meraih 30,007 suara atau hanya kalah delapan suara dari Romney yang meraih 30,015 suara.

Tentu, itu sebuah hasil yang bagus. Dalam sejarah pemilu presiden AS, selama 40 tahun terakhir, dalam 10 kali pemilu presiden, empat Republiken dan tiga Demorat yang menang di Kaukus Iowa melenggang menuju Gedung Putih. Di antara mereka yang menang di Iowa lalu menduduki kursi Gedung Putih adalah Barack Obama (2008), George W Bush (2000 dan 2004), dan Bill Clinton (1996).

Santorum, mantan senator Partai Republik dari daerah Pennsylvania (1995-2007), dikenal sebagai seorang konservatif. Ia telat bersinar dibanding para kandidat lain (seluruhnya enam orang). Namun belakangan, dengan ada perubahan dalam strategi kampanye, ia muncul sebagai sosok konservatif yang memikat banyak pemilih. Dalam kampanye, jika terpilih sebagai Presiden AS, ia berjanji menghapus dana federal untuk aborsi, memberikan hak bagi warga AS yang dituding teroris, dan menjalankan anggaran berimbang.

Santorum yang secara resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai kandidat pada 6 Juni 2011 mengatakan, latar belakangnya yang kuat sebagai seorang konservatif memiliki keuntungan untuk menang pada pemilihan ini ketimbang calon lain yang lebih moderat. "Saya berpikir, jika Anda melihat sejarah nominasi Partai Republik ... kandidat yang moderat yang ada di sana dan berusa menarik lebih banyak kaum moderat akhirnya kalah," kata Santorum dalam sebuah acara di Polk City.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau