Kasus pencurian

Polri Bantah Intimidasi Posko "Sandal untuk Kapolri"

Kompas.com - 04/01/2012, 19:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution membantah bahwa Markas Besar Polri telah memberikan perintah kepada sejumlah personel untuk mendatangi Posko "Sandal untuk Kapolri" di Jati Asih, Bekasi, dan melakukan intimidasi terhadap warga di posko tersebut. Menurutnya, sekelompok orang tersebut hanya perangkat dari kecamatan setempat.

"Tidak mungkin ada perintah seperti itu, apalagi itu petugas dari koramil, polsek dan Satpol PP-nya. Jadi, itu jelas perangkat kecamatan. Tanya ke camat saja, dari Mabes tidak pernah ada perintah seperti itu," ujar Saud di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/1/2012).

Ia juga menyatakan, Mabes Polri sedikit pun tidak terganggu dengan adanya pembentukan posko untuk mendukung AAL, remaja yang dituduh mencuri sandal jepit milik seorang polisi. Polisi, kata Saud, menganggap hal tersebut sebagai bentuk kegiatan aspirasi rakyat.

"Itu kegiatan kemasyarakatan, penyampaian pendapat. Silakan saja, enggak ada masalah. Soal pengumpulan sandal kita terima dengan senang hati dan akan kita serahkan kepada yang membutuhkan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Posko Sandal Jepit didatangi lebih dari 10 aparat yang mengaku dari kepolisian, koramil, kelurahan, serta kecamatan setempat, Selasa (3/1/2012). Kedatangan ini dinilai merupakan bentuk intimidasi awal aparat atas kegiatan itu. Namun, belum diketahui jelas motif para aparat tersebut karena mereka hanya datang sebentar dan belum sempat menemui pengurus posko yang sedang melakukan pertemuan dengan KPAI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau