Peraturan daerah

Perda RTRW Gorontalo Dituding Rusak Lingkungan

Kompas.com - 05/01/2012, 09:57 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Sejumlah aktivis lingkungan di Gorontalo menuding Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Gorontalo Tahun 2010-2030 berpotensi merusak lingkungan.

Menurut aktivis, ada pasal dalam Perda tersebut membuka peluang eksploitasi sumber daya alam di Gorontalo dapat dilakukan dengan mudah. Mereka khawatir, lewat Perda tersebut, kerusakan lingkungan di Gorontalo semakin parah.

”Pada Pasal 104 Huruf g disebutkan bahwa untuk setiap rekomendasi pengelolaan pertambangan yang dikeluarkan oleh Gubernur harus dilaporkan ke DPRD. Artinya, Gubernur tak perlu minta izin kepada Dewan dan ini sama saja membuka pintu gerbang eksploitasi sumber daya alam di Gorontalo dengan begitu mudahnya,” ucap Rahman Dako, aktivis dari Sustainable Coastal Livelihoods and Management (Susclam), Kamis (5/1), di Gorontalo.

Rahman curiga  pasal-pasal dalam Perda RTRW ini dibuat atas pesanan pengusaha bidang pertambangan yang mengincar sumber daya mineral di Gorontalo. Lewat Pasal 104 Huruf g tersebut, kata dia, pengusaha tambang yang berencana mengeksploitasi sumber daya alam di Gorontalo hanya cukup persetujuan Gubernur tanpa melalui persetujuan DPRD Provinsi Gorontalo. Menurut dia, Perda RTRW tersebut mencederai aspirasi masyarakat Gorontalo.

Aktivis dari Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) Gorontalo M Djufryhard, mengatakan, lewat Perda RTRW ini sama saja pemerintah mendorong rakyat Gorontalo hidup di kawasan rawan bencana. Ia menduga jika kegiatan pertambangan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone menjadi penyebab bencana banjir di Gorontalo.

”Implementasi perda ini harus dikawal segenap masyarakat di Gorontalo agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan,” kata Djufryhard.

DPRD Provinsi Gorontalo telah mengesahkan Perda RTRW Provinsi Gorontalo 2010-2030 pada pekan lalu. Namun, perda ini belum ditandatangani Gubernur Gorontalo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau