Polri Didesak Tarik Pasukan Brimob di Bima

Kompas.com - 05/01/2012, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia didesak untuk menghentikan pengiriman pasukan Brimob ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Polri juga diminta menarik ratusan pasukan Brimob yang masih berjaga-jaga di sana, sebab penempatan pasukan Brimob membuat masyarakat semakin resah.

Desakan itu disampaikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar ketika mengadukan temuan Kontras terkait peristiwa pembubaran paksa aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, ke Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (5/1/2012).

Haris mengatakan, hingga tadi pagi pengiriman pasukan Brimob ke Sape masih dilakukan. Setidaknya ada tiga titik yang dijadikan markas Brimob, yakni Pelabuhan Sape, stasiun pompa bensin pelabuhan, dan gedung serbaguna di kantor Kecamatan Sape.

"Saya pikir itu memelihara jarak antara polisi dan warga. Padahal warga trauma dengan polisi pascaperistiwa tanggal 24 Desember. Kalau polisi terus ditambah malah menambah rasa resah masyarakat," kata Haris.

Ia menambahkan, penempatan sejumlah besar pasukan kepolisian dapat menimbulkan kesan bahwa warga ingin menyerang balik polisi. Haris menuturkan, warga memang marah setelah bentrok terjadi pada 24 Desember 2011. Namun, amarah warga itu berangsur-angsur mereda dan kini mereka dapat menahan diri. "Jadi enggak perlu ada penurunan Brimob. Harusnya dibangun situasi kondusif," ujarnya.

Penciptaan situasi yang kondusif ini penting dilakukan karena, menurut Haris, masih banyak warga yang terluka atau tertembak, tetapi tidak berani berobat. Sejumlah warga merawat sendiri luka-luka tersebut, termasuk mengeluarkan sendiri peluru yang bersarang di tubuhnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR  Nasir Jamil mengatakan, selain menemui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, pihaknya juga akan menemui Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo sore ini. Pertemuan ini untuk membicarakan masalah Bima termasuk rekomendasi Kontras.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau