Bantu Esemka, Kemenhub Kirim Tim ke Solo

Kompas.com - 06/01/2012, 00:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan akhirnya mengirimkan pejabatnya ke Solo untuk membantu agar mobil Esemka buatan siswa-siswi SMK di Solo bisa memenuhi standar emisi gas buang. Standar emisi ini menjadi syarat agar mobil tipe baru bisa laik jalan sesuai UU No 22/2009 tentang LLAJ.

"Kemenhub tadi pagi (Kamis, 5/1/2012) telah mengirimkan Kasubdit Teknik Sarana Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub ke Solo. Pada intinya kami sangat mendukung kreativitas memproduksi mobil dalam negeri," kata Kapuskom Publik Kemenhub, Bambang Supriyadi Ervan di Jakarta, Kamis (5/1/2012).

Ia menjelaskan, sebenarnya pada uji tipe yang menjadi kewenangan Kemenhub, mobil Esemka dianggap telah memenuhi syarat. "Hanya ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki dan itu mudah dilakukan. Namun untuk standar gas emisi buangan, mobil Esemka belum memenuhi syarat," ujarnya.

Uji emisi, jelasnya, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan BPPT. Meski demikian, jelasnya, Kemenhub akan menjelaskan kepada pihak SMK Solo, bagaimana yang seharusnya dilakukan agar lolos gas emisi. Menurutnya, mobil Esemka telah diusulkan uji tipe oleh PT Solo Mandiri Kreasi pada 2010 lalu.(Tribunnews.com/Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau