Pria Bersuara Berat Spermanya Kurang "Macho"

Kompas.com - 06/01/2012, 08:01 WIB

KOMPAS.com - Ketika mendengar suara pria yang berat, terbayang sosok yang maskulin, dominan, kuat, dan lain sebagainya. Sayangnya menurut sebuah penelitian baru, kesan jantan tersebut tidak terbukti. Para peneliti dari University of Western Australia mengungkapkan, pria bersuara berat ternyata cenderung memiliki kualitas sperma yang kurang baik. Hal ini mengejutkan karena perempuan meyakini kejantanan pria melalui berbagai ciri seksual, seperti tumbuhnya rambut yang lebat dan massa otot.

Penelitian yang dilakukan oleh universitas ini mengamati nada suara pria, persepsi wanita mengenai suara tersebut, dan kualitas semen. Penemuan pertama mereka tidak terlalu mengejutkan, yaitu bahwa perempuan menyukai suara yang berat dan menganggapnya maskulin. Dalam hal nada suara, peneliti mengatakan ada fakta yang bertentangan. Ciri-ciri yang dikaitkan dengan sikap dominan dan daya tarik, seperti kekuatan fisik dan suara yang dalam, ternyata mengurangi kualitas sperma. Demikian menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE pada 22 Desember lalu.

Kaitan antara ciri fisik dan sifat bawaan itu contohnya, kadar testosteron yang tinggi dihubungkan dengan suara yang lebih berat, fitur tubuh yang lebih maskulin, perilaku yang lebih dominan, dan sukses dalam menggaet pasangan seksual. Meskipun testosteron memainkan peran penting dalam pembentukan sperma, namun kadar yang tinggi ternyata dapat merusak produksi sperma.

Kesimpulan dari penelitian ini didapat setelah tim peneliti mengumpulkan 54 pria dimana suara mereka direkam dan sampel semen mereka dikumpulkan. Rekaman tersebut dianalisa oleh sebuah software dan dinilai oleh 30 relawan perempuan untuk menentukan daya tarik atau maskulinitasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau