JAKARTA, KOMPAS.com — Aparat keamanan harus lebih memberi perhatian terhadap kasus penembakan oleh orang tak dikenal di Aceh untuk menjaga keamanan menjelang pilkada serta merawat perdamaian di Aceh.
Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum melalui pesan singkat, Jumat (6/1/2012), menyikapi empat kasus penembakan misterius di Aceh.
Ia mengatakan, situasi kondusif menjelang pilkada sangat penting. Pasalnya, kata dia, kelancaran penyelenggaraan dan kualitas demokrasi dalam pilkada dipengaruhi oleh keamanan.
"Yang lebih penting lagi adalah menjaga keamanan untuk merawat perdamaian di Aceh yang sudah dirasakan rakyat pascaperdamaian Helsinki. Perdamaian ini lah yang menjadi prasyarat mutlak bagi masa depan Aceh yang makin menjanjikan. Jangan sampai modal perdamaian terkoyak dan Aceh kembali bergolak," kata Anas.
Seperti diberitakan, lima warga tewas dan delapan lainnya luka berat akibat penembakan misterius di tiga tempat yang berbeda di Aceh, yaitu di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen; di Desa Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu (31/12 /2012) malam; dan di sebuah kedai kopi di Dusun Blok B, Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Minggu malam.
Rencananya, Pilkada Aceh akan digelar 16 Februari 2012. Empat pasang calon akan bertarung, yakni Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, Darni M Daud-Ahmad Fauzi, Ahmad Tajuddin-Teuku Suriansyah, dan Wakil Gubernur petahana Muhammad Nazar- Nova Iriansyah.
Kepolisian mengaku mengalami kesulitan dalam proses penyelidikan lantaran tak semua saksi berani memberi kesaksian. Sejumlah saksi mata masih trauma dan dicekam rasa takut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang