Asusila

Kenal di FB, Bu Guru SD Rela Serahkan Raga

Kompas.com - 06/01/2012, 17:19 WIB

TUBAN, KOMPAS.com — Berkenalan di jejaring sosial Facebook, Arman Setyadi (19), berhasil memikat SK (25), seorang guru di Tuban, Jawa Timur. Keduanya sempat menginap dua malam di Parangtritis, Bantul, DIY, saat merayakan pergantian tahun lalu. Tentu saja, keduanya berbuat layaknya suami istri.

Kini, Arman yang mengaku dan berpenampilan layaknya anggota TNI itu ditahan atas laporan orangtua SK. Pria warga Gadungan Kepoh, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk mengaku sebagai anggota TNI.

SK mengenal Arman lewat jejaring sosial Facebook. Di akunnya, Arman mengaku anggota TNI dengan tugas dinas di Yogyakarta. Agar meyakinkan, foto profilnya juga berseragam lengkap layaknya TNI Angkatan Darat didukung riwayat pendidikan di dunia militer.

Setelah sebulan berkenalan keduanya makin akrab. Bahkan SK nekat ke Yogyakarta pada malam pergantian Tahun Baru 2012 untuk menemui Arman. Keduanya berjanji bertemu di Pantai Parangtritis. Keduanya pun menjalin asmara dan menginap dua malam di hotel.

Saat SK kembali ke Tuban, Arman mengantarkannya sampai rumah dengan berseragam lengkap seperti TNI AD yang sedang berdinas. Penyamaran Arman terbongkar saat orangtua SK memintanya melapor ke Komando Rayon Militer (Koramil) Plumpang.

Dari situlah orangtua SK mulai curiga, karena Arman terkesan enggan dan berusaha ngeles. Akhirnya, orangtua SK memanggil salah seorang anggota TNI yang berdinas di Koramil Plumpang untuk datang ke rumahnya.

Dari situlah terungkap bahwa Arman hanyalah TNI gadungan. Pemuda yang baru lulus dari SMK Pelayaran itu pun diserahkan ke polisi pada Kamis malam kemarin, dan diperiksa intensif hingga saat ini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Budi Santoso, Jumat (6/1/2012) sore, menjelaskan, seragam dinas TNI AD lengkap dengan sepatu dan baret dibeli Arman dari toko di Yogyakarta. Arman masih terobsesi jadi anggota TNI setelah tidak lulus tes masuk TNI pada 2011 lalu.

Dia menyamar TNI berpangkat sersan satu untuk mencari mangsa melalui jejaring sosial. "Dalam identitas di Facebook, Arman memasang foto profil bernama Leo Narman De Cappiero dengan seragam TNI lengkap dan pangkat serta riwayat pendidikan militer fiktif," kata Budi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau