Dugaan suap

KPK Dinilai Lamban Periksa Wali Kota Semarang

Kompas.com - 06/01/2012, 18:05 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai lamban dalam menindaklanjuti peran Wali Kota Semarang, Soemarmo HS, terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan penyuapan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012. Pemeriksaan kedua kali terhadap Soemarmo, Jumat (6/1/2012), ini janganlah formalitas semata.

Penilaian itu disampaikan Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto, ketika diminta tanggapan soal pemeriksaan ulang KPK terhadap Wali Kota Semarang di salah satu ruang di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah.

Soemarmo berpakaian kemeja batik putih, bertemu petugas penyidik KPK mulai pukul 09.00 hingga 11.00.

Usai menjalani pemeriksaan, biasanya Soemarmo bersedia berkomentar, namun kali ini memilih meninggalkan langsung ruang pemeriksaan, naik mobil Toyota Innova H 9518 VA kembali ke Balai Kota Semarang.

Pada 8 Desember 2011, Soemarmo juga diperiksa selama lima jam oleh KPK di ruang yang sama, terkait dengan penangkapan Sekretaris Daerah Kota Semarang, Akhmad Zaenuri, dan dua anggota Badan Anggaran DPRD Kota Semarang, Agung PS dan Sumartono, oleh KPK pada 24 November 2011.

Eko Haryanto mengatakan, pemeriksaan terhadap Soemarmo tentu saja akan dilakukan, dan sejauh ini dia masih saksi atas kasus dugaan penyuapan pembahasan APBD 2012. Dengan pemeriksaan kedua kalinya ini, mudah-mudahan KPK sudah melengkapi sejumlah bukti dan data.

Data dan bukti baru itu setidaknya menegaskan, apakah Wali Kota Semarang akan menjadi tersangka atau statusnya tetap saksi hingga persidangan para tersangka berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau