Tips Wisata Bersama Anak yang Sudah Remaja

Kompas.com - 06/01/2012, 19:31 WIB

KOMPAS.com - Kapan terakhir Anda berwisata dengan anak Anda yang sudah remaja? Remaja memang cenderung memilih untuk berwisata bersama teman sebaya dibanding dengan orang tua. Namun, tak ada salahnya Anda merancang wisata bersama si remaja.

Untuk makin mengakrabkan diri antara orang tua dan anak, bisa saja misalnya melakukan perjalanan wisata antara ibu dengan remaja perempuan atau ayah dengan remaja laki-laki. Jika Anda belum pernah berwisata berdua saja dengan anak Anda yang masih remaja, berikut tips yang perlu Anda simak.

Diskusikan mengenai waktu berwisata.
Jangan langsung menentukan sendiri kapan waktu terbaik untuk berwisata. Diskusikan bersama anak Anda. Di kala liburan sekolah seperti saat ini merupakan waktu yang cocok. Namun, sesuaikan juga antara jadwal Anda dengan anak Anda.

Pilih bersama destinasi wisata yang Anda inginkan. Bicarakan destinasi wisata mana yang akan Anda dan anak Anda kunjungi. Jika waktu yang memungkinkan hanya sebentar, maka pilih destinasi wisata yang dekat dari tempat tinggal. Bila waktu yang diperoleh panjang, maka bisa memilih destinasi yang agak jauh.

Jika ini pertama kalinya Anda dan si remaja berwisata berdua saja, tak perlu pilih destinasi luar negeri. Melainkan, carilah destinasi dalam negeri yang secara jarak masih terjangkau. Ingatlah bukan tujuan destinasi yang menjadi utama, namun proses perjalanan wisata itu sendiri.

Jangan pilih destinasi yang membuat Anda repot di jalan. Utamakan faktor kenyamanan. Pilih destinasi yang memang biasa menerima wisatawan, yaitu memiliki beragam pilihan akomodasi, beragam aktivitas wisata, dan akses yang mudah. Jika tidak, Anda tentu tidak mau menghabiskan waktu di perjalanan dengan terus berdebat dengan si remaja, bukan?

Buat jadwal dan rute wisata. Tempat-tempat wisata apa saja yang ingin Anda dan si remaja datangi? Buatlah daftar tempat wisata yang ingin Anda kunjungi, lalu buat pula daftar tempat wisata yang ingin didatangi anak Anda. Kemudian atur mana yang kira-kira sama-sama akan disukai. Pilih tempat wisata yang melibatkan kegiatan bersama antara Anda dan anak Anda. Misalnya, kegiatan membuat keramik ataupun rafting.

Jika ada kesukaan masing-masing yang tak bisa diganggu gugat, kompromikan saja. Misalnya di siang hari berkunjung ke museum incaran Anda, lalu di malam hari menonton acara musik di kafe yang sudah lama ingin dikunjungi si remaja.

Makan di mana? Tak perlu cari restoran fine dining untuk santap makan malam. Cukup cari makanan di rumah makan atau warung pinggir jalan. Tak ada salahnya Anda mengikuti saran anak Anda di mana tempat makan dengan makanan enak dan suasana menarik. Jika ternyata isinya remaja semua, nikmati saja dan bernostalgia seakan Anda muda kembali.

Bagaimana jika si remaja ingin membawa teman? Ingatlah tujuan Anda berwisata dengan anak Anda. Jika tujuan Anda untuk saling mengenal satu sama lain, tolaklah dengan halus dan katakan bahwa Anda hanya ingin berdua saja dengan anak Anda.

Bila si remaja menyarankan hal ini karena takut bosan, maka berwisatalah dalam waktu tak terlalu lama. Cukup berwisata selama 3 hari saja. Hal ini untuk memberikan kesan yang mendalam dan semoga saja ke depan anak Anda yang malah mengajukan permintaan untuk berwisata berdua saja dengan Anda.

Biarkan anak Anda mengatur sendiri barang bawaannya. Si remaja tengah beranjak dewasa. Ia sudah mampu memutuskan sendiri barang-barang apa yang perlu ia bawa dan tidak. Anda bisa saja memberinya saran-saran. Namun tak perlu sampai menyuruhnya.

Pastikan saja ia membawa barang-barang yang penting untuk dibawa. Misalnya sandal gunung karena akan berwisata hiking. Atau, baju renang karena tujuan Anda adalah pantai. Hal ini membuat anak Anda belajar bertanggung jawab dengan barang bawaannya. Namun, ingatkan dia jika memang barang bawannya terlalu berat.

Tetap bersikap sebagai orang tua. Meskipun Anda bisa mulai memposisikan diri sebagai teman dengan si remaja, namun ingatlan bahwa Anda orang tuanya. Tetaplah menegur, tentu dengan sikap halus, jika Anda merasa anak Anda berlaku tidak sopan.

Misalnya, ia lupa mengucapkan terima kasih kepada pelayan restoran. Tegurlah dengan cara berbisik, tak perlu mengucapkannya di depan banyak orang. Ingatkan dia untuk selalu memberitahu Anda sebelum ingin pergi ke mana, walaupun itu sekedar akan pergi ke toilet.

Momen sendiri.
Kadang saat berwisata, si remaja ingin menikmati momen sendiri menjelajahi suatu tempat. Biarkan dia melakukan hal ini. Oleh karena itu, bekali ia uang secukupnya dan jangan biarkan penampilannya mencolok baik dari segi kesopanan maupun terkesan mewah. Selain itu, pastikan Anda tahu akan ke mana ia pergi. Baiknya ia melakukan hal ini di siang hari saja.

Aktivitas yang menarik untuk dilakukan. Pilih kegiatan wisata yang akan melibatkan partisipasi Anda berdua. Misalnya wisata membuat sesuatu, seperti membatik, memasak masakan tradisional di daerah setempat, dan sebagainya. Bisa juga menonton seni pertunjukan. Mau yang lebih menantang? Coba melakukan rafting bersama anak Anda atau permainan seru lainnya. Hiking sampai bersepeda bersama juga menarik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau