Korea terbuka superseries premier

Hariyanto Arbi: Segera Bina Pemain Muda!

Kompas.com - 06/01/2012, 21:30 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Mantan bintang bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, mendesak perlunya pembinaan pemain-pemain muda Tanah Air. Usaha itu harus dilakukan demi kejayaan bulu tangkis Indonesia, yang kini sedang berada di titik nadir.

Pernyataan Hariyanto ini terkait dengan prestasi buruk para pemain Tanah Air di arena Korea Terbuka Superseries Premier. Pasalnya, semua wakil Indonesia sudah tersingkir dari turnamen berhadiah 1 juta dollar AS yang berlangsung di Seoul tersebut.

Tiga pemain Tanah Air, yaitu tunggal putra Simon Santoso, ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii, dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tersingkir pada babak perempat final, Jumat (6/1/2012).

Hariyanto mengakui, secara kualitas, para pemain Indonesia masih kalah dengan lawannya. "Harus kita akui lawan kita bagus-bagus, sedangkan materi pemain kita hanya itu-itu saja," kata Hariyanto, yang mengukir prestasi dua kali juara All England, yaitu 1993 dan 1994.

Juara dunia 1994 ini menambahkan, mulai sekarang harus secepatnya dilakukan pembinaan pemain-pemain muda. "Memang terlambat, tetapi itu lebih baik karena persaingan sekarang lebih ketat," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau