SEMARANG, KOMPAS.com — Mantan bintang bulu tangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, mendesak perlunya pembinaan pemain-pemain muda Tanah Air. Usaha itu harus dilakukan demi kejayaan bulu tangkis Indonesia, yang kini sedang berada di titik nadir.
Pernyataan Hariyanto ini terkait dengan prestasi buruk para pemain Tanah Air di arena Korea Terbuka Superseries Premier. Pasalnya, semua wakil Indonesia sudah tersingkir dari turnamen berhadiah 1 juta dollar AS yang berlangsung di Seoul tersebut.
Tiga pemain Tanah Air, yaitu tunggal putra Simon Santoso, ganda putri Meiliana Jauhari/Greysia Polii, dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tersingkir pada babak perempat final, Jumat (6/1/2012).
Hariyanto mengakui, secara kualitas, para pemain Indonesia masih kalah dengan lawannya. "Harus kita akui lawan kita bagus-bagus, sedangkan materi pemain kita hanya itu-itu saja," kata Hariyanto, yang mengukir prestasi dua kali juara All England, yaitu 1993 dan 1994.
Juara dunia 1994 ini menambahkan, mulai sekarang harus secepatnya dilakukan pembinaan pemain-pemain muda. "Memang terlambat, tetapi itu lebih baik karena persaingan sekarang lebih ketat," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang