Liga indonesia

Diego Michiels Siap Diturunkan Lawan Arema di Liga Prima

Kompas.com - 07/01/2012, 03:26 WIB

SOLO, KOMPAS - Bek tim nasional usia di bawah 23 tahun atau U-23, Diego Michiels, siap diturunkan Persija Jakarta IPL melawan Arema Indonesia pada lanjutan Liga Prima Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/1) sore. Ia tidak ikut sesi latihan pagi Persija IPL, yang dipimpin Pelatih Jaya Hartono, dan baru bergabung dengan rekan di klub barunya sore hari.

Media Officer Persija IPL Amira Kareem, sambil memperlihatkan surat pengesahan PSSI soal status Diego, mengatakan, pemain naturalisasi asal Belanda itu bisa diturunkan melawan Arema. ”Namun, itu tergantung pelatih dan akan diputuskan Sabtu pagi,” katanya, Jumat malam.

Diego mengundurkan diri dari klub lamanya yang berlaga di Liga Super Indonesia (LSI), Pelita Jaya, pekan ini. Kepada wartawan di Jakarta, Selasa lalu, Diego mengungkapkan, ia mundur dari Pelita Jaya karena ingin tetap bermain di timnas Indonesia.

Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), melalui surat kepada PSSI tertanggal 21 Desember 2011, menyatakan, para pemain yang berlaga di LSI tidak diperbolehkan memperkuat timnas. FIFA menyebut LSI sebagai kompetisi breakaway dan tidak berada di bawah kontrol PSSI.

Pengunduran diri Diego dipersoalkan Manajer Pelita Jaya Lalu Mara yang telah melaporkan kasus tersebut ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Menurut Lalu Mara, sesuai kontrak yang ada, Diego dikontrak Pelita hingga 31 Januari 2014.

Terkait masalah itu, setiba di Solo, Diego menolak berkomentar. ”Saya berharap bisa dimainkan dan siap untuk bermain. Saya sudah satu kali berlatih dengan Persija dan bisa beradaptasi dengan cepat karena saya gampang beradaptasi,” kata Diego.

Laga Persija IPL versus Arema terpaksa digelar di Solo terkait adanya perbaikan lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pelatih Jaya Hartono mengatakan, ada 18 pemain yang dibawa, termasuk Danilo Fernando dan Emanuel De Porras.

Saat sesi latihan Arema terjadi peristiwa menarik. Dua tim, yang masing-masing dilatih Pelatih Milomir Seslija dan Abdulrahman Gurning, sama-sama mendatangi lapangan Stadion Manahan untuk berlatih. Kedatangan mereka berselang 15 menit sebelum akhirnya bergabung dalam latihan bersama.

Persiba pukul GU

Sementara itu, di ajang LSI, poin penuh diraih Persiba Balikpapan setelah memukul Gresik United (GU) 4-2 di Stadion Persiba, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Asri Akbar mengawali gol Persiba, menit ke-9, lewat sepakan kerasnya dari luar kotak penalti.

Laga seperti akan dikuasai Persiba, tetapi pendukung tuan rumah dikejutkan gol Uston Nawawi, menit ke-28. Menit ke-30, penyerang Persiba asal Jepang, Shohei Matsunaga, membawa timnya memimpin 2-1. Di akhir babak pertama, stiker Persiba, Aldo Baretto, menambah gol lewat sundulan. Skor 3-1 bagi Persiba.

Di babak kedua, Persiba hanya bisa menambah satu gol lewat Kenji Adachihara, menit ke-52. Namun, saat unggul 4-1, Persiba kecolongan gol injury time menjelang bubar akibat sepakan keras James Koko Lomell. Pelatih Persiba Hariyadi, pada jumpa pers setelah laga, mengatakan, kemenangan timnya karena kerja keras seluruh pemain.

Di Bandung, Persib mengisyaratkan untuk bertahan di kompetisi LSI. Mereka mengusulkan kepada PSSI untuk membiarkan dua kompetisi, yakni Liga Prima Indonesia dan LSI, tetap berlangsung hingga rampung dan baru dicarikan jalan tengah.

Hal tersebut dikemukakan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Kuswara S Taryono di Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/1). (EKI/PRA/ELD/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau