Berusaha Kabur, Dua Pencuri Motor Tewas Didor

Kompas.com - 07/01/2012, 17:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak, peribahasa ini kira-kira yang menggambarkan dua orang pencuri motor yang gagal melancarkan aksinya. Keduanya malah tewas setelah timah panas menerjang punggungnya karena mencoba kabur saat ditangkap. Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar didampingi Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Saidal Mursalin dan Kabag Ops Polrestro Jakarta Timur AKBP Santun Marpaung kepada wartawan di Mapolrestro Jakarta Timur, Sabtu (7/1/2012).

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB, tepatnya di depan rumah calon korban di Jalan Rawa Baban, RT 2 RW 4, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. "Salah satu pelaku turun dari boncengan dan mendekat ke sepeda motor Suzuki Satria yang diparkir di sebuah rumah. Sementara pemiliknya di dalam asyik mengobrol. Sepeda motor itu lalu dicongkel dan siap dilarikan," terang Baharudin.

Dua petugas buser Polsek Ciracas yang sebelumnya telah membuntuti kedua pelaku pun langsung melepaskan dua tembakan peringatan ke udara. Bukannya menyerah, pelaku malah bergegas kabur dengan menggunakan motor miliknya. Malang, motor yang dikendarainya terpeleset dan jatuh di kubangan air. "Saat itu anggota kembali melepaskan tembakan peringatan ke udara meminta keduanya menyerah. Jadi sudah ada tiga kali tembakan peringatan," papar Baharudin.

Karena tak ada iktikad baik untuk menyerah, kedua petugas langsung memberondong kedua pelaku hingga meregang nyawa. Satu pelaku diketahui berinisial RI (27), warga Kranggan, Jatiapus, Bekasi, sedangkan pelaku kedua tidak beridentitas. Dari tangan kedua pelaku, petugas menyita barang bukti enam buah kunci letter T, satu gagang kunci letter T, satu sepeda motor Yamaha Mio tanpa nomor polisi, dan satu sepeda motor milik korban, yaitu Suzuki Satria.

Baharudin melanjutkan, saat di lokasi kejadian, keduanya masih bernapas. Namun, mereka kemudian meninggal saat perjalanan ke RS Polri untuk ditolong. Baharudin menegaskan, aparat reserse di wilayah Polda Metro Jaya tengah mengetatkan pemberantasan aksi curanmor, terutama di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat yang memiliki catatan kasus ranmor tertinggi. "Apalagi di Jakarta Timur, beberapa kasus ranmor korbannya ditembak mati oleh pelakunya," ujarnya.

Ia turut mengimbau kepada setiap polsek untuk selalu berpatroli pada malam hari, terutama di titik-titik rawan. Namun, menurut Baharudin, aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut dapat dicegah oleh masyarakat sendiri dengan melengkapi kendaraan dengan kunci ganda dan tidak memarkir di luar rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau