Liga indonesia

Komite Disiplin Selidiki Insiden De Porras

Kompas.com - 08/01/2012, 04:59 WIB

Solo, kompas - Komite Disiplin PSSI akan menyelidiki rekaman pertandingan antara Persija Jakarta dan Arema Indonesia yang berakhir 3-3 dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/1).

Penyelidikan ini terkait laporan pemukulan terhadap bek Arema Indonesia, Gunawan Dwi Cahyo, oleh penyerang Persija Jakarta, Emanuel de Porras, yang mencetak dua gol.

Insiden itu terjadi sebelum De Porras mencetak gol pertamanya saat Arema memimpin 1-0. Pemain asal Argentina itu berimpitan dengan Gunawan di kotak penalti Arema. Gunawan terjatuh—dan dari tayangan ulang kamera televisi di belakang gawang terlihat—akibat pukulan tangan kiri De Porras pada bagian dada bek timnas U-23 tersebut.

Insiden itu luput dari pengamatan wasit dan hakim garis yang agaknya terhalang posisi badan De Porras dan Gunawan. De Porras bebas dari hukuman. Tak lama kemudian ia menyamakan 1-1 dan mencetak satu gol lainnya menjelang turun minum.

Wakil Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Catur Agus Saptono merespons pengaduan mengenai pemukulan yang dilakukan oleh De Porras, dengan meminta rekaman pertandingan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai penyelenggara kompetisi.

”Saya sudah minta rekaman pertandingan ke Widjayanto (Direktur PT LPIS). Jika terbukti ada pelanggaran yang terjadi selama pertandingan dan luput dari pengamatan wasit, Komdis bisa mengambil alih untuk memberikan sanksi. Namun, Komdis tidak bisa mengubah hasil pertandingan,” ujar Catur.

   ”Pemain harus dilindungi dari tindakan yang tidak sportif dan mencederai,” tegas Catur.

Pada laga lainnya, PSMS Medan memetik kemenangan perdana setelah menundukkan Persiraja Banda Aceh, 1-0, di Stadion Teladan, Medan.

Debut Diego

Pertandingan antara Persija dan Arema menjadi debut Diego Michiels di IPL. Diego bergabung dengan Persija setelah mundur dari Pelita Jaya.

Pemain hasil naturalisasi itu bermain pada posisi bek kiri, seperti saat membela timnas U-23 SEA Games 2011. Diego tampil bagus menjaga sektor pertahanan ataupun membantu serangan. Namun, permainannya lalu tidak berkembang karena dikawal ketat.

Dalam skor 3-3, dua gol Persija diborong De Porras dan satu gol dicetak Hendra Bayauw. Penyerang Arema, Abdul Musafri, juga mencetak dua gol sebelum Amiruddin menyamakan skor.

”Secara teknis, kami imbang. Soal motivasi yang kami belum punya. Seperti saya pernah katakan, Arema mana pun yang main, Arema tetap tim bagus,” kata Pelatih Persija Jaya Hartono.

Manajer Pelita Jaya Lalu Mara Satriawangsa melalui keterangan tertulis pada Sabtu, menanggapi keterangan Media Officer Persija IPL Amira Karem yang memperlihatkan surat pengesahan PSSI terhadap status Diego.

Lalu menegaskan, Diego Michiels masih pemain sah Pelita Jaya sesuai Pasal 11 surat kontrak Diego dengan Pelita Jaya. ”Perjanjian hanya dapat diakhiri karena berakhir sesuai jangka waktu atau karena diakhiri berdasarkan kesepakatan tertulis para pihak,” katanya.

Lalu juga mengatakan, Diego ”mungkin” lupa pernah meneken perjanjian hak penampilan pemain (contract for image rights player). (EKI/EGI/SAM/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau