Polisi Temukan Gergaji di Sekitar Menara PLN yang Roboh

Kompas.com - 08/01/2012, 19:50 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh A jun Komisaris Besar Gustav Leo, mengungkapkan, polisi menemukan gergaji di sekitar tower jaringan listrik PLN di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara yang ditemukan roboh Minggu (8/1/2012) pagi. Gergaji tersebut diduga kuat dipakai pelaku untuk merobohkan menara itu. Ditemukan pula sejumlah botol plastik minuman soda.

Dari temuan di lokasi kejadian itu dugaan kami memang ada kesengajaan untuk memotong tower itu. Tapi, kami belum dapat menyebut ini sabotase. Masih akan kami selidiki dan cari pelakunya, kata Gustav, Minggu.

Seperti diketahui, satu unit menara jaringan listrik tegangan tinggi interkoneksi PLN yang berada di Desa Matang Sijuk Barat, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Minggu roboh.

Robohnya menara jaringan listrik 150 KV yang menghubungan Sumatera Utara-Aceh it u diduga kuat karena digergaji orang tak dikenal. Akibat perobohan itu, aliran listrik di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh terganggu sejak Sabtu (7/1/2012) malam.

"Polisi belum melihat adanya keterhubungan antara perobohan menara listrik PLN tersebut dengan serangkaian kejadian penembakan misterius di Aceh beberapa waktu terakhir. Semuanya masih dalam penyelidikan," tegas dia.

Kondisi menara listrik yang dipotong tersebut hingga Minggu sore masih ambruk ke arah areal pertambakan milik warga setempat dengan posisi miring sekitar 30 derajat dari tanah. Ujung atas menara dalam posisi tergantung karena tertarik kabel yang masih terpasang dan terhubungkan dengan tower sebelum dan sesudahnya.

Posisi menara yang roboh itu jauh dari permukiman terdekat, yaitu sekitar 1 kilometer. Diduga, pelaku sengaja memilih tower yang jauh dari permukiman untuk memuluskan aksinya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau