PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Penggunaan landasan pacu di Bandara Udara (Bandara) H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, secara normal belum dapat dipastikan. Pesawat yang dioperasikan Merpati Nusantara Airlines (MNA) dengan roda keluar dari jalur masih menghalangi landasan pacu.
Kepala Bandara H Asan, Edi son Maruli Tua Edison Saragih saat dihubungi di Sampit, Minggu (8/1/2012), menjelaskan, posisi pesawat jenis MA 60 itu belum berubah. Sebelumnya, pesawat tersebut mendarat dari Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (7/1/2012) sekitar pukul 15.45.
Saat hendak memutar menuju lokasi parkir, roda sebelah kiri keluar dari landasan sehingga badan pesawat menjadi miring. Sebagian sayap pesawat sebelah kanan menutup landasan pacu. Edison menuturkan, pihak MNA sudah mendatangkan peralatan dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.
Para teknisi kemudian langsung bekerja sesampainya di Sampit. Saya kurang tahu apa saja peralatan yang hendak didatangkan, ungkapnya. Edison juga belum bisa menyebutkan, apakah kejadian itu disebabkan kesalahan manusia atau faktor teknis.
"Sementara, saya belum tahu. Tindakan paling penting yakni, pesawat dievakuasi ke tempat yang aman dulu supaya tidak menghalangi landasan pacu," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang