Insiden merpati akibat gambut

Terperosok Akibat Gambut, Merpati MA-60 Dievakuasi

Kompas.com - 08/01/2012, 21:12 WIB

JAKARTA , KOMPAS.com - Insiden pesawat milik Merpati Nusantara Airlines jenis MA-60, dengan nomor penerbangan PK-MZM, yang terperosok di Bandar Udara Haji Hasan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/1/2012) lebih diakibatkan tekstur tanah gambut di sekitar runway.

Pesawat yang melakukan penerbangan dari Bandara Juanda, Surabaya, sebenarnya mendarat dengan sangat sempurna pada pukul 15.30 WIB di Bandara H. Hasan, Sampit. Kemudian pesawat mau taxi ke Apron tepatnya 1.500 dari Treshol 31.

“Namun Kapten Pilot Saptono, memutar terlalu ke tepi runway Bandara, sehingga roda sebelah kiri pesawat masuk ke shoulder dan terjeblos. Karena tekstur tanahnya gambut, maka pesawat tidak bisa bergerak dan miring ke kiri,” tandas SVP Corporate Secretary & Legal Merpati Imam T. Jakfar, dalam siaran persnya Minggu (8/1/2012) malam ini.

Pihak Merpati juga menegaskan, pendaratan Pesawat MA-60 di Sampit, dalam kondisi cuara yang cukup baik dan sama sekali tidak keluar dari runway, tidak abnormal dan sama sekali tidak ada tergelincir ketika melakukan pendaratan.

Karena memang mendarat dengan sempurna, seluruh penumpang dengan 46 dewasa, 10 anak-anak, enam bayi serta enam awak pesawat, selamat dan tidak ada yang mengalami cidera apapun.

“Penumpang turun lewat pax door, tanpa tangga karena posisi pesawat sudah miring ke kiri belakang, kemudian penumpang diangkut dengan kendaraan yang ada di area,” ujar Imam.

Pada pukul 16.30 WIB, seluruh penumpang berhasil dikeluarkan dengan baik, tanpa mengalami hambatan berarti. Sementara pesawat yang sempat mengganggu penerbangan di Bandara Haji Hasan, Sampit, juga sudah berhasil ditarik pada Minggu dengan cara mengangkat roda pesawat tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau