Jakarta, kompas -
Tim promosi yang lain, SSB Mandiri Jaya Bogor, menundukkan SSB Pelita Jaya, 2-0. Hanya SSB Jakarta North City, tim promosi yang mengalami kegagalan setelah dilibas SSB Kabomania dengan skor 0-4.
Pertandingan SSB ASIOP Apacinti melawan SSB Rajawali Muda pada babak pertama kurang berkembang. Kedua tim memperagakan pola kerja sama tim yang apik, tetapi tak ada gol tercipta. Pada babak kedua, pemain SSB Rajawali Muda menaikkan tempo permainan sampai menghasilkan tiga gol.
Gol SSB Rajawali Muda dicetak oleh Rendy Afrizal Pratama (menit 31), Dimas Rafli Maldini Ahmad (menit 36), dan Faishal Ardhan (menit 51). Gol SSB ASIOP Apacinti dicetak Guntur Rahman Putra (menit 41).
Umar Nalis, Pelatih SSB Rajawali Muda, seusai laga mengungkapkan, kedua tim bermain bagus, tetapi pemain Rajawali Muda lebih siap dibandingkan lawan. ”Kami mengandalkan permainan cepat karena tim kami kuat di lini depan,” ujarnya.
Pelatih SSB Jakarta North City M Walidi menuturkan, penampilan mereka kurang memuaskan karena kurang berlatih intensif. Sejak lolos
”Lapangan di Rawa Badak yang biasa kami pakai latihan sejak tiga minggu ini kebanjiran, jadi tidak bisa berlatih,” katanya.
Barry Sidik, asisten pelatih SSB ASIOP Apacinti, dalam beberapa kali kesempatan mengatakan, penghuni tim yang berkompetisi di liga ini sebagian besar pemain baru. Persaingan antartim akan lebih ketat mengingat manajer dan tim pelatih membentuk tim baru dengan kualitas permainan yang tidak sama dengan tim yang berlaga pada musim kompetisi tahun lalu.
Menurut Pelatih SSB Mandiri Jaya Bogor Heriana Kurniawan, pemainnya menjalankan instruksi untuk menguasai lapangan tengah. Dengan menguasai zona tengah, pemain akan menguasai zona lain. Pemain SSB Mandiri Jaya Bogor pun mampu memaksimalkan sayap kiri dan lini depan.
”Dalam seminggu, kami berlatih enam kali untuk menjaga stamina. Kemenangan melawan SSB Pelita Jaya menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen,” ujarnya.
Ditemui terpisah, Pelatih SSB Kabomania Cecep Jumhana mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurut Cecep, pemain harus banyak berlatih transisi menyerang dan bertahan. Stamina pemain pun perlu ditingkatkan.
Hasil pertandingan lain, SSB GOR Ragunan mencukur SSB Pespex, 6-0. Pemain SSB GOR Ragunan, Ricardo Walilawang, mencetak empat gol (menit ke-13, 21, 32, dan 54). Prestasi tersebut mengantarkan Ricardo sebagai pencetak gol terbanyak pada pekan pertama LKG U-14 musim 2012.
SSB Bina Taruna yang menduduki peringkat kedua LKG U-14 musim 2011 mengalahkan SSB Persigawa, 2-0. SSB Tunas Patriot menundukkan SSB Tangerang Raya. Pertandingan SSB Putra Melati melawan SSB Cibinong Putra berakhir 0-0.
Menpora Andi Mallarangeng, yang membuka pertandingan perdana LKG U-14 musim kompetisi 2012, mengatakan, liga seperti ini harus digulirkan lembaga tertinggi sepak bola di Indonesia secepatnya. ”PSSI harus menyelenggarakan kompetisi seperti ini agar bibit pemain muda bisa muncul dan kemampuannya terasah,” katanya.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, pihaknya sedang menyusun rancangan program kompetisi untuk pemain usia dini yang rencananya akan digelar di enam kota seluruh Indonesia. Dia berharap, hasil pembinaan akan mulai terlihat dalam lima hingga delapan tahun mendatang.
Komite LKG juga menerapkan aturan kuota pemain binaan dan nonbinaan yang cukup ketat pada musim kali ini. Beberapa tim hanya bisa mendaftarkan setengah dari kuota jatah yang diperoleh karena merekrut pemain nonbinaan di luar aturan yang diberikan komite.