Lkg u-14 2012

Tim Promosi Mulai Unjuk Gigi

Kompas.com - 09/01/2012, 02:18 WIB

Jakarta, kompas - Tim promosi Liga Kompas Gramedia U-14 musim 2012 mulai unjuk gigi pada laga perdana LKG U-14 musim 2012, Minggu (8/1), di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Tim Sekolah Sepak Bola Rajawali Muda, salah satu dari tiga tim promosi, secara mengejutkan memukul tim peringkat pertama LKG U-14 musim 2011, SSB ASIOP Apacinti, 3-1.

Tim promosi yang lain, SSB Mandiri Jaya Bogor, menundukkan SSB Pelita Jaya, 2-0. Hanya SSB Jakarta North City, tim promosi yang mengalami kegagalan setelah dilibas SSB Kabomania dengan skor 0-4.

Pertandingan SSB ASIOP Apacinti melawan SSB Rajawali Muda pada babak pertama kurang berkembang. Kedua tim memperagakan pola kerja sama tim yang apik, tetapi tak ada gol tercipta. Pada babak kedua, pemain SSB Rajawali Muda menaikkan tempo permainan sampai menghasilkan tiga gol.

Gol SSB Rajawali Muda dicetak oleh Rendy Afrizal Pratama (menit 31), Dimas Rafli Maldini Ahmad (menit 36), dan Faishal Ardhan (menit 51). Gol SSB ASIOP Apacinti dicetak Guntur Rahman Putra (menit 41).

Umar Nalis, Pelatih SSB Rajawali Muda, seusai laga mengungkapkan, kedua tim bermain bagus, tetapi pemain Rajawali Muda lebih siap dibandingkan lawan. ”Kami mengandalkan permainan cepat karena tim kami kuat di lini depan,” ujarnya.

Pelatih SSB Jakarta North City M Walidi menuturkan, penampilan mereka kurang memuaskan karena kurang berlatih intensif. Sejak lolos play off, pemain Jakarta North City tak pernah berlatih bersama. Faktor demam panggung membuat pemain tampil dengan beban berat.

”Lapangan di Rawa Badak yang biasa kami pakai latihan sejak tiga minggu ini kebanjiran, jadi tidak bisa berlatih,” katanya.

Barry Sidik, asisten pelatih SSB ASIOP Apacinti, dalam beberapa kali kesempatan mengatakan, penghuni tim yang berkompetisi di liga ini sebagian besar pemain baru. Persaingan antartim akan lebih ketat mengingat manajer dan tim pelatih membentuk tim baru dengan kualitas permainan yang tidak sama dengan tim yang berlaga pada musim kompetisi tahun lalu.

Zona tengah

Menurut Pelatih SSB Mandiri Jaya Bogor Heriana Kurniawan, pemainnya menjalankan instruksi untuk menguasai lapangan tengah. Dengan menguasai zona tengah, pemain akan menguasai zona lain. Pemain SSB Mandiri Jaya Bogor pun mampu memaksimalkan sayap kiri dan lini depan.

”Dalam seminggu, kami berlatih enam kali untuk menjaga stamina. Kemenangan melawan SSB Pelita Jaya menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Pelatih SSB Kabomania Cecep Jumhana mengaku belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurut Cecep, pemain harus banyak berlatih transisi menyerang dan bertahan. Stamina pemain pun perlu ditingkatkan.

Hasil pertandingan lain, SSB GOR Ragunan mencukur SSB Pespex, 6-0. Pemain SSB GOR Ragunan, Ricardo Walilawang, mencetak empat gol (menit ke-13, 21, 32, dan 54). Prestasi tersebut mengantarkan Ricardo sebagai pencetak gol terbanyak pada pekan pertama LKG U-14 musim 2012.

SSB Bina Taruna yang menduduki peringkat kedua LKG U-14 musim 2011 mengalahkan SSB Persigawa, 2-0. SSB Tunas Patriot menundukkan SSB Tangerang Raya. Pertandingan SSB Putra Melati melawan SSB Cibinong Putra berakhir 0-0.

Model pembinaan

Menpora Andi Mallarangeng, yang membuka pertandingan perdana LKG U-14 musim kompetisi 2012, mengatakan, liga seperti ini harus digulirkan lembaga tertinggi sepak bola di Indonesia secepatnya. ”PSSI harus menyelenggarakan kompetisi seperti ini agar bibit pemain muda bisa muncul dan kemampuannya terasah,” katanya.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, pihaknya sedang menyusun rancangan program kompetisi untuk pemain usia dini yang rencananya akan digelar di enam kota seluruh Indonesia. Dia berharap, hasil pembinaan akan mulai terlihat dalam lima hingga delapan tahun mendatang.

Komite LKG juga menerapkan aturan kuota pemain binaan dan nonbinaan yang cukup ketat pada musim kali ini. Beberapa tim hanya bisa mendaftarkan setengah dari kuota jatah yang diperoleh karena merekrut pemain nonbinaan di luar aturan yang diberikan komite. (WAD/MHD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau