Flu burung

Ada Banyak Kandang Unggas di Dekat Rumah Korban

Kompas.com - 09/01/2012, 12:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Di lingkungan sekitar rumah korban terduga flu burung, Puguh Dwi Yanto (23), di Jalan Cemara, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, ditemukan lebih dari 500 unggas peliharaan, Senin (9/1/2012). Ternak unggas itu tersebar di dua areal ternak milik warga Amir Marjono dan Ali, serta areal adu tangkas burung dara.

Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono bersama tim Suku Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (P2K) Jakarta Utara akhirnya membakar satu kandang ternak ayam milik Amir Marjono.

Bambang juga meminta Amir untuk menyembelih seluruh ternak unggasnya sebanyak 20 ekor entok, 5 ekor ayam buras, dan 2 ekor angsa.

Kondisi areal kandang tampak sangat kotor dan digenangi air. Di areal kandang seluas sekitar 60 meter persegi lebih itu juga terdapat kandang kambing.

Kiki (57), istri Amir Marjono, mengaku, ternak unggas sebanyak itu hanya untuk konsumsi sendiri. Dia mengaku, setiap hari kandang itu dibersihkan. Sementara unggas peliharaan di rumah Ali, sebagian ada yang sudah disembelih dan juga dijual.

Di rumah Ali itu, korban terduga flu burung, Puguh, menitipkan dua pasang burung daranya. Ali mengaku, sebelum Puguh menderita panas tinggi pernah memegang burung dara yang mati, dan dibawa ke tempatnya bekerja di bengkel las milik ayahnya.

"Sekarang tinggal satu ekor burung kicauan, burung jalak, yang mau saya jual. Sebelumnya ada 20 ekor burung dara, tetapi semua sudah disembelih dan juga ada yang dijual," jelasnya.

Jumlah cukup banyak ditemukan di areal adu ketangkasan burung dara, yakni sebanyak 500 ekor. Wali Kota Jakarta Utara meminta agar para pemilik burung dara itu dapat mendaftarkan unggasnya di Sudin P2K Jakarta Utara.

"Sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2007, semua ternak unggas harus disertifikasi. Kalau tidak juga, maka unggas itu harus dimusnahkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau