Pantauan harga

Harga Beras Masih Akan Naik

Kompas.com - 09/01/2012, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang tahun 2011, harga beras melambung melampaui inflasi. Harga beras rata-rata kualitas medium naik 13,2 persen, sementara inflasi hanya 3,79 persen.

Tahun ini harga beras diperkirakan masih akan merangkak naik bahkan menembus level Rp 9.000 per kilogram.

Menurut data pantauan harga Kementerian Perdagangan, harga beras rata-rata tahun 2011 tercatat Rp 7.372 per kg, naik Rp 860 per kg dari tahun 2010. Harga beras rata-rata tertinggi tahun 2011 terjadi pada bulan Desember, yakni 7.802 per kg, sementara terendah di bulan Mei 7.040 per kg.

Memasuki tahun 2012, harga beras masih menunjukkan tren naik. Harga beras rata-rata bulan Januari tercatat Rp 7.970 per kg. Harga beras termurah terjadi di Gorontalo Rp 6.250 per kg dan termahal di Manokwari seharga Rp 11.000 per kg.

”Kenaikan harga beras menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin.

Menurut dia, kenaikan harga beras masih akan berkontribusi atas inflasi hingga Februari 2012. Alasannya karena kenaikan masih akan berlanjut sampai musim panen raya tiba. Berdasarkan siklus tahunan, panen raya dimulai bulan Februari hingga April.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau