Flu Burung, Warga Jangan Panik

Kompas.com - 09/01/2012, 14:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meminta warga Jakarta agar tidak panik menghadapi kasus flu burung menyusul tewasnya seorang korban akibat virus ini di Jakarta Utara. Menurutnya, saat ini tengah dilakukan proses penelitian lebih dalam dan lebih serius untuk mengantisipasi menyebarnya virus tersebut.

"Saya tahu flu burung ini pernah terjadi dan kita sudah tahu bagaimana cara penanganannya," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balaikota, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Untuk itu, ia mengimbau kepada warga Jakarta agar mengikuti petunjuk dan instruksi yang sudah ditentukan untuk mengurangi dampak dari flu burung. Harapanya, tidak ada lagi jatuh korban. "Instruksi ini sedang proses penyebaran melalui aparat terkait. Jadi sekali lagi warga diharap jangan panik," tuturnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruyani, mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan sweeping dan investigasi di sekitar lokasi tempat tinggal korban. Pihaknya juga mengambil sampel dari unggas-unggas yang berkeliaran di sekitar rumah korban.

"Sudah diambil sampelnya tadi. Tidak hanya dilakukan di wilayah utara saja tapi di semua wilayah di Jakarta," jelas Ipih.

Sekretaris Kota Jakarta Utara, Tri Kurniadi, membenarkan, pagi tadi kandang-kandang unggas yang ada di sekitar tempat tinggal korban telah dimusnahkan dengan dipimpin langsung oleh Walikota Jakarta Utara. "Jika memang anggota keluarga ada yang terkena demam tinggi, lebih baik langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau