Viagra Murah Bakal Hadir

Kompas.com - 09/01/2012, 16:15 WIB

KOMPAS.com Obat kejantanan Viagra atau Sildenafil akan hadir dalam versi obat murah atau generik di Amerika Serikat dalam waktu dekat ini, menyusul segera berakhirnya masa paten obat impotensi tersebut.

Pil biru yang diproduksi oleh Pfizer itu dikabarkan akan habis masa patennya selama 20 tahun di AS pada tanggal 27 Maret mendatang. Di negara itu, harga sebutir Viagra bisa mencapai 20 dollar AS atau sekitar Rp 160.000. Setelah lepas masa paten, obat ini dapat dikopi oleh perusahaan lain, dan menurut para ahli farmasi harganya diperkirakan bisa turun hingga setengahnya.

Seperti halnya obat-obat generik lain, pil biru versi generik tentu haruslah mengandung zat aktif yang sama dengan aslinya. Dengan begitu, efektivitas obat generik ini akan sama dengan versi patennya.

"Ini adalah obat yang sama, tetapi dengan biaya yang lebih rendah sehingga harganya pun akan lebih murah," ujar Steven Tuckman, salah seorang manajer farmasi pada Montefiore Medical Center di Bronx.

Di Negeri Paman Sam, obat generik saat ini merupakan primadona dalam hal pengobatan. Menurut data IMS Health, penggunan obat generik di Amerika telah mencapai 77,5 persen dari total obat-obat resep yang beredar di pasaran. Konsumen atau pasien di AS juga tak perlu menunggu lama untuk dapat membeli suatu obat yang masa patennya baru habis. Bahkan, selang sehari setelah masa paten berakhir, obat versi generik dapat ditemukan di pasaran karena perusahaan farmasi di AS dapat mengajukan izin peredaran beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun sebelumnya.

"Tujuan kami adalah agar obat-obat ini bisa segera hadir secepat mungkin sesuai dengan hukum," ungkap juru bicara FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS), Sally Walsh.

Namun, pasien sebaiknya tak langung berharap penurunan harga yang terlalu drastis. Pasalnya, perusahaan farmasi pertama yang mendapat izin membuat versi generik akan mengirim aplikasi Abbreviated New Drug Application (ANDA) kepada FDA sebagai penanda eksklusivitas selama 180 hari untuk menjual versi generik suatu obat. Setelah lewat 180 hari, akan lebih banyak perusahaan farmasi lain yang memproduksi versi generik sehingga harga obat pun akan lebih murah.

Di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, Sildenafil banyak dijual secara ilegal. Bahkan, obat ini disalahgunakan sebagai campuran kopi kemasan atau minuman energi. Satu hal yang paling penting untuk diketahui konsumen tentang Sildenafil adalah obat ini bukanlah obat bebas. Penggunaannya haruslah berdasarkan resep dan pengawasan ketat dari dokter karena memiliki efek samping yang berbahaya, bahkan dapat berujung pada kematian.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau