Kebiasaan Sehat yang Bikin Awet Muda

Kompas.com - 09/01/2012, 16:43 WIB

KOMPAS.com - Penuaan adalah kondisi yang alami yang hampir pasti dialami setiap orang seiring dengan bertambahnya usia. Tapi jangan karena alasan itu lantas Anda menjadi cuek atau tidak mempedulikan kesehatan dan penampilan.

Telpner Meghan, seorang pakar gizi holistik, mengatakan kebanyakan orang umumnya cenderung pasrah dengan penyakit degeneratif, karena dianggap sebagai suatu proses yang alamiah. Padahal kata Telpner, penyakit degeneratif tidak selamanya identik dengan usia, melainkan lebih banyak datang akibat gaya hidup.

Perubahan kebiasaan dan pola hidup pada intinya bisa membuat seseorang menjadi lebih awet muda. Mau tahu bagaimana caranya? Berikut adalah 7 (tujuh) kebiasaan sehat yang harus terus menerus dilakukan agar tetap awet muda, seperti yang dipaparkan oleh Telpner :

1. Cukup tidur

"Tidur adalah saat di mana tubuh kita melakukan penyembuhan dan perbaikan," kata Telpner. Menurutnya, tidur yang cukup sangat penting membantu regenerasi kelenjar adrenal dan mempercepat penyembuhan jerawat yang di wajah Anda

Menurut Telpner, setiap orang membutuhkan waktu tidur setidaknya delapan jam. Tetapi jika seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan atau stres, bisa lebih dari itu. "Tanpa tidur yang cukup sistem kekebalan tubuh kita lebih lemah," tambah Telpner.

2. Hindari polusi

Tepner mengatakan, racun di udara (polusi) adalah salah satu penyebab masalah kesehatan yang berhubungan dengan penuaan. Telpner mengimbau, ada baiknya untuk kita meluangkan waktu pergi jalan-jalan, berlari atau bersepeda di luar ruangan (taman) sambil menikmati udara segar dan sinar matahari.

3. Lebih banyak bergerak, tapi jangan berlebihan

Olahraga adalah cara terbaik untuk mencegah penuaan. Tetapi untuk mereka yang jarang melakukan aktivitas fisik, sebaiknya jangan langsung memulai latihan dengan intensitas tinggi.

"Latihan dengan intensitas rendah tapi sering sangat baik dilakukan dalam jangka waktu yang panjang," katanya. Akan tetapi, jika Anda penggemar olahraga dengan intensitas tinggi, seperti berlari jarak jauh 30 km dan latihan beban, jangan lupa makan dengan benar sebelum dan sesudah latihan agar tetap terhidrasi.

4. Kurangi minum kafein dan alkohol

"Jika sel tubuh kita mengalami dehidrasi, maka kita akan mendapatkan lebih banyak keriput," kata Telpner. Minumlah air dalam jumlah yang cukup disamping juga konsumsi beberapa buah-buahan segar dan sayuran yang kaya kandungan air.

Telpner mengatakan bahwa kopi dan alkohol dapat memicu dehidrasi dan penuaan, sehingga perlu untuk membatasi asupannya. "Orang mengatakan bahwa satu gelas anggur sehari dapat meningkatkan kesehatan. Tapi saya pikir, makan satu buah apel setiap hari mungkin akan mempromosikan kesehatan jauh lebih baik," jelasnya.

5. Makan sayuran

Sebagai makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi, tidak ada batasan maksimal berapa banyak seseorang harus makan sayur. "Anda bisa makan sebanyak yang Anda bisa," katanya.

6. Meningkatkan antioksidan

"Jika penuaan disebabkan oleh radikal bebas yang beredar dalam tubuh kita, maka kondisi ini dapat diatasi dengan makan makanan tinggi antioksidan," katanya. Artinya, Anda harus makana buah dan sayuran, termasuk di antaranya berry, kacang (walnut dan biji pumpkin) serta rempah-rempah seperti kunyit, kayu manis dan oregano.

7. Tarik napas dalam-dalam

"Menarik napas dalam-dalam dapat mengembangkan paru-paru ke bentuk yang maksimal sehinnga membantu sistem saraf beristirahat," kata Telpner, yang pada gilirannya mendorong relaksasi dan mengurangi stres.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau