Krisis hormuz

UEA Siapkan Jalur Pipa Minyak

Kompas.com - 09/01/2012, 18:45 WIB

KOMPAS.com — Ketimbang memanaskan situasi di kawasan Selat Hormuz, Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan langkah antisipasi. Negeri kaya minyak itu, seturut warta AP dan AFP pada Senin (9/1/2012), tengah membangun jalur pipa minyak di pantai timurnya. "Pipa akan kelar enam bulan lagi pada Mei atau Juni tahun ini," kata Menteri Energi UEA Mohammad bin Dhaen al-Hameli.

Posisi pipa itu memang menjauhi Selat Hormuz. Dengan demikian, terang al-Hameli, UEA dapat terus mengekspor minyaknya meski Iran menutup selat strategis itu.   

Jalur pipa minyak itu bernama Habshan-Fujairah yang berkapasitas 1,5 juta barrel per hari. Awal pipa itu adalah lapangan minyak Abu Dhabi. Sementara akhirnya adalah Fujairah di Teluk Oman. UEA membangun konstruksi pipa sepanjang 360 kilometer itu sejak 2008. Kini, UEA memproduksi 2,5 juta barrel minyak per hari.

Pipa minyak, imbuh al-Hameli, adalah solusi UEA dalam jangka pendek. Menurutnya, kebutuhan terbesar andai terjadi krisis di Timur Tengah adalah jaringan pipa minyak yang saling berhubungan agar ekspor minyak tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Jaringan pipa minyak itu saat ini cuma bisa dimanfaatkan oleh UEA," demikian Mohammad bin Dhaen al-Hameli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau