Djohar Sabar Tunggu Klub Kembali "Pulang"

Kompas.com - 09/01/2012, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyatakan pihaknya belum bersikap soal belum adanya tanda-tanda klub Indonesia Super League (ISL) mau kembali ke dalam "pangkuan" mereka. PSSI, kata Djohar, masih akan menunggu keterangan dari utusan yang dikirim oleh PSSI untuk bertemu pihak klub.

"Kami akan mendengar saran mereka. Kita tunggu saja. Besok kami akan rapat Komite Eksekutif," ujar Djohar saat dihubungi wartawan, Senin (9/1/2012).

Seperti diketahui, PSSI mendapat perintah dari FIFA untuk mengatasi masalah dualisme kompetisi yang ada di Indonesia saat ini. Salah satu caranya, dalam surat FIFA tanggal 21 Desember lalu, PSSI harus bisa merangkul kembali klub yang bermain di ISL untuk bergabung ke Indonesian Premier League. Setelah mendapat "teguran" tersebut, PSSI langsung bertindak dengan mengirim utusannya ke klub-klub agar bermain di IPL.

Namun hingga saat ini, belum ada satu tim pun yang mau menerima ajakan PSSI. Walau demikian, Djohar masih berharap hingga batas waktu yang ditentukan, klub bisa berubah pikiran.

"Kami masih mengharapkan ada peluang dalam waktu yang singkat ini, karena resikonya sangat tinggi. Kalau mereka tidak kembali ke pssi, lebih besar kerugian dari keuntungan kalau mereka tidak mau bergabung ke federasi," jelas Djohar.

"Mereka ingin legal, karena klo ilegal nyari sponsor susah, pemain juga tidak bisa main di luar negeri, tidak bisa main di timnas," lanjutnya kemudian.

PSSI sendiri memberikan batas waktu hingga dua pekan sejak tanggal 27 Desember 2011. Djohar menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan tambahan waktu untuk klub kembali.

"Tapi kita harap ada orang yg mau membantu. Misalnya ada pendiri klub yang tidak mau klubnya jadi seperti itu. Banyak yang ingin membantu, kami persilahkan saja. tapi kita tidak bisa menunggu sampai lama," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau