Kembalinya Tuah "King Henry"

Kompas.com - 10/01/2012, 05:57 WIB

KOMPAS.com — Kepergiannya ditangisi. Kehadirannya kembali memberi arti. Itulah Thierry Henry.

Pada akhir musim 2006-2007, publik Arsenal terhenyak dan kecewa. Sebab, Manajer Arsene Wenger menjual Thierry Henry ke Barcelona. Padahal, pemain yang dijuluki "King Henry" itu sudah dianggap bagian tak terpisahkan buat "The Gunners". Dia telah menunjukkan kesetiaan dan mencetak rekor, sekaligus membawa kejayaan tim.

Pada masanyalah kali terakhir Arsenal juara Premier League, yakni pada musim 2001-2002 dan 2002-2003. Ia juga menghadirkan Piala FA 2002, 2003, dan 2005. Dua gelar lain yang ia persembahkan adalah Community Shield 2002 dan 2004. Bahkan, bersama Henry, Arsenal nyaris mencetak sejarah di Liga Champions. Mereka lolos ke final pada musim 2005-2006, tetapi sayang kalah dari Barcelona.

Henry telah meninggalkan catatan emas di Highbury, markas lama Arsenal. Dia menjadi pemain Arsenal paling banyak mencetak gol sepanjang sejarah, yakni 226 gol di semua kompetisi. Wajar jika Arsenal berani membelinya 11 juta poundsterling pada 1999. Harga yang amat mahal kala itu.

Wajar jika nama Henry sangat merasuk di hati pendukung Arsenal. Bahkan, ia dibuatkan patung yang berdiri gagah di Stadion Emirates dan dibuka pada akhir 2011 lalu. Sebuah bukti betapa cintanya publik Arsenal kepadanya.

Setelah berkelana ke Barcelona, ia pun mencoba menghabiskan masa kariernya di klub Amerika Serikat (AS), yakni New York Red Bulls. Ternyata ia masih bertaji, mampu mencetak 16 gol dari 37 penampilannya.

Liga AS, Major League Soccer (MLS), selalu istirahat pada bulan Januari. "King Henry" pun mencoba kembali ke Arsenal. Ia ingin bernostalgia, melepas rindu, sekaligus ikut berlatih agar kebugarannya terjaga selama libur MLS. Ternyata, Arsene Wenger punya ide lain. Ia meminjamnya sampai Maret 2012. Sebab, selama Januari, Arsenal akan kehilangan Gervinho dan Maourane Chamakh yang harus membela negaranya di Piala Afrika.

Sebuah ide yang langsung diterima Henry dengan senang hati. Dan, Senin atau Selasa (10/1/2012), ia tampil untuk kali pertama bersama Arsenal setelah empat tahun meninggalkannya. Itu pertandingan putaran ke-3 Piala FA.

Sebuah kisah kemunculan kembali yang sangat emosional. Bahkan, Stadion Emirates bergemuruh karena Henry masuk dalam daftar pemain, meski menjadi cadangan. Seorang penonton pun mengangkat kertas bertuliskan, "Welcome Home Henry."

Arsenal kesulitan mencetak gol. Gemuruh penonton semakin menjadi-jadi, ketika Henry akhirnya diturunkan pada menit ke-68 menggantikan Chamakh.

Hanya dalam 10 menit main di lapangan, ia seolah membuat seluruh Kota London makin bergemuruh. Sebuah tendangannya yang melengkung membobol gawang Leeds. Ini gol yang menentukan kemenangan Arsenal, sekaligus membuat tim melaju ke putaran keempat.

Henry pun meluapkan kegembiraannya dengan emosional. Dia berlari menyisir pinggiran tribun, seolah melampiaskan rasa rindu dan ingin merengkuh semua pendukung yang sangat mencintainya dan menikmati gol itu.

Begitu pertandingan usai, ia menuntaskan rasa bahagiannya itu. Dia kembali menyambut penonton dan berteriak sekeras-kerasnya, mengempaskan segala rasa suka, dan melampiaskan rasa rindu, sekaligus merayakan kemenangan.

Kehadirannya benar-benar kembali memberi arti. Dia seolah langsung memberi tuah yang membuat Stadion Emirates bisa kembali meriah.

Kebersamaan kembali ini memang akan singkat, hanya tiga bulan. Namun, itu sudah terlalu cukup buat Henry dan pendukungnya. Terlebih lagi, dia mengawalinya dengan gol kemenangan.

"Selamat datang ke rumah 'King Henry'" begitu tulis dan teriak suporter. Sebuah nostalgia penuh emosi, sekaligus bakal memberi banyak arti.

Data Henry
Nama lengkap:
Thierry Daniel Henry
Tempat/tanggal lahir: Les Ulis, Essonne, Perancis, 17 Agustus 1977 (34 tahun)
Tinggi: 1,88 m
Posisi: Striker
Klub sekarang: Arsenal
(pinjaman dari New York Red Bulls)
Nomor: 12

KARIER KLUB
Yunior: CO Les Ulis (1983–1989), US Palaiseau (1989–1990), Viry-Châtillon (1990–1992), Clairefontaine (1992), AS Monaco (1992–1994)

Senior: AS Monaco (1994–1999), Juventus (1999), Arsenal (1999–2007), Barcelona (2007–2010), New York Red Bulls (2010–....), Arsenal (pinjaman/2012–....)

GELAR
Timnas Perancis:
Juara Piala Dunia 1998, Juara Piala Eropa 2000, Juara Piala Konfederasi 2003

AS Monaco: Juara Ligue 1 (1996–1997), Piala Super Perancis (1997)

Arsenal: Juara Premier League (2001–2002, 2003–2004), Runner-up Liga Champions (2005-2006), Runner-up Piala UEFA (2000), Juara Piala FA (2002, 2003, 2005), Juara Community Shield (2002, 2004)

Barcelona: Juara Divisi Primera La Liga (2008–2009, 2009–2010), Juara Liga Champions (2008-2009), Juara Copa del Rey (2009), Juara Piala Super Spanyol (2009), Juara Piala Super Eropa (2009), Juara FIFA Club World Cup (2009)

New York Red Bulls: Juara Major League Soccer Wilayah Timur (2010)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau