MERAUKE, KOMPAS.com — Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Merauke menilai kenaikan harga beras di Merauke, Provinsi Papua, saat ini masih dalam batas yang wajar. Bulog Merauke pun belum berencana menggelar operasi pasar beras karena belum ada permintaan dari Pemerintah Kabupaten Merauke.
Mansur Siri, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Merauke, di Merauke, Papua menyatakan, harga beras masih dalam batas wajar, yaitu Rp 6.500 per kg. Ia menyatakan, operasi pasar akan digelar bila ada permintaan dari Pemkab Merauke. Harga beras sekarang masih wajar Rp 6.500 per kg, kata Mansur.
Sementara itu, dari pantauan Kompas.com di Pasar Induk Merauke, harga beras Bulog dijual oleh pedagang eceran Rp 7.000 per kg. Berdasarkan pantauan harga oleh Dinas Perdagangan d an Koperasi Kabupaten Merauke, harga beras Bulog telah naik mencapai Rp 7.300 per kg.
Sementara itu, harga beras lokal kelas medium kembali naik sepekan terakhi, misalnya, harga beras jenis Membramo Rp 8.500 per kg, naik dari sebelumnya Rp 8.000 per kg. Beras Ciliwung Rp 8.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp 7.500 per kg. Pada masa panen harga beras Membramo Rp 5.500 per kg.
Sejumlah pedagang beras di Merauke memperkirakan harga beras bisa menyentuh Rp 10.000 per kg saat mendekati masa panen pada bulan April mendatang. Kondisi ini dipicu stok beras di Merauke dari hasil panen musim sebelumnya semakin terbatas karena sebagain besar telah terserap pasar lokal maupun dikirim ke luar daerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang