Alat Konversi BBM ke BBG Rp 14 Juta

Kompas.com - 10/01/2012, 09:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah pada bulan April mendatang, akan melakukan konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Bahan Bakar Gas (BBG). Hal itu dipilih pemerintah guna membatasi subsidi BBM.

Untuk melakukan konversi BBM ke BBG dibutuhkan alat bernama converter kit. Untuk satu converter kit, pemilik kendaraan roda empat, harus mengeluarkan dana sebesar Rp 14 juta agar mobilnya dapat melaju menggunakan gas.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, harga sebuah converter kit berkisar antara Rp 11 juta-Rp 14 juta. Jero Wacik menjelaskan, alasan harga satu converter kit bisa mahal karena kegunaannya bisa sampai jangka panjang. "Barangnya sepertinya mahal. Tapi akan menghemat jangka panjang," ungkap Jero Wacik ketika ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Untuk kendaraan umum, converter kit akan dibagikan secara gratis. Namun untuk yang dijual sendiri hanya dibatasi sebanyak 250.000, sebanyak kendaraan yang dibatasi subsidi BBMnya.

"Kalau persediaan belum semua, (karenanya) bertahap. (Saat ini) sedang dihitung Dirgantara Indonesia (DI). Sehingga yang lain bulan-bulan berikutnya," papar Menteri ESDM tersebut. (Andri Malau)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau