ZURICH, KOMPAS.com — Philipp Hildebrand, Gubernur Bank Sentral Swiss, memutuskan untuk mengundurkan diri setelah kasus transaksi valas istrinya mencuat ke publik. Ia mengundurkan diri karena merasa bertanggung jawab atas kredibilitas lembaga negaranya itu. "Yang pasti bahwa istri saya melakukan transaksi mata uang tanpa sepengetahuan saya," kata Hildebrand (48), Selasa (10/1/2012).
Tekanan pengunduran diri Hildebrand meningkat setelah banyak media mengulas perilaku istrinya yang bermain valas. Karena menempati posisi penting, sang istri dianggap publik di Swiss bisa mengambil keuntungan di balik informasi penting Bank Sentral Swiss.
Namun, pemerintah menyatakan masih mendukung Hildebrand, sekaligus melakukan penyelidikan internal dan membersihkan Hildebrand dari kesalahan atas transaksi yang terjadi pada Agustus lalu itu. Meski begitu, Hildebrand memilih untuk mengundurkan diri. "Kepergian dia sudah tak terelakkan," kata Neil MacKinnon, strategi makro global di VTB Capital di London.
Pascapengunduran diri Hildebrand, mata uang Swiss naik ke 1,2108 franc per euro atau naik 0,1 persen dari harga penutupan 6 Januari. Bank Sentral Swiss dalam sebuah pernyataannya bilang, mereka akan mempertahankan franc di level 1,20 per euro.
Menurut tabloid lokal Blick, istri Hildebrand merupakan mantan pialang dan pemilik galeri seni Zurich. Ia dikabarkan berhasil meraup 60.000 franc Swiss atau sekitar 64.000 dollar AS atas perdagangan mata uang senilai 500.000 franc. Transaksi tersebut dilakukan tiga pekan sebelum Hildebrand membuat kebijakan untuk membatasi pergerakan franc guna menghindari fluktuasi mata uang yang berlebihan.
Bank Nasional Swiss telah melakukan investigasi atas perdagangan valas yang dilakukan istri Hildebrand pada bulan lalu. Kesimpulannya, tidak ada pelanggaran internal atas perdagangan valas itu.
Akan tetapi, bukan masalah investasi yang dihebohkan, aksi sang istri tersebut menimbulkan hiruk pikuk seputar kerahasiaan bank. Pasalnya, transaksi yang dilakukan bisa saja memanfaatkan informasi penting dari Bank Sentral yang tentu saja sangat rahasia.
Seperti diketahui, Swiss selama ini dikenal sebagai negara dengan kerahasiaan bank yang superketat. Masalah ini menjadi besar ketika diketahui oleh rival politik Hildebrand, yaitu Christoph Blocher, yang pertama kali mengungkapkan masalah ini.
Hildebrand bergabung dengan bank sentral mulai tahun 2003, dan menjadi Gubernur Bank Sentral sejak Januari 2010. Sebelum itu, ia adalah kepala investasi di bank swasta Vontobel Group di Zurich dan Uni Bancaire Privee di Jenewa.
Sewaktu menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Swiss, ia memperkuat aturan keuangan dan memaksa UBS AG dan Credit Suisse Group AG untuk meningkatkan modal penyangga. Selain itu, ia juga menurunkan biaya pinjaman bulan September 2011 dan ikut membantu ekonomi Swiss dari ancaman deflasi. (Asnil Bambani Amri/Kontan)