Istri Main Valas, Gubernur Bank Sentral Swiss Mundur

Kompas.com - 10/01/2012, 11:27 WIB

ZURICH, KOMPAS.com — Philipp Hildebrand, Gubernur Bank Sentral Swiss, memutuskan untuk mengundurkan diri setelah kasus transaksi valas istrinya mencuat ke publik. Ia mengundurkan diri karena merasa bertanggung jawab atas kredibilitas lembaga negaranya itu. "Yang pasti bahwa istri saya melakukan transaksi mata uang tanpa sepengetahuan saya," kata Hildebrand (48), Selasa (10/1/2012).

Tekanan pengunduran diri Hildebrand meningkat setelah banyak media mengulas perilaku istrinya yang bermain valas. Karena menempati posisi penting, sang istri dianggap publik di Swiss bisa mengambil keuntungan di balik informasi penting Bank Sentral Swiss.

Namun, pemerintah menyatakan masih mendukung Hildebrand, sekaligus melakukan penyelidikan internal dan membersihkan Hildebrand dari kesalahan atas transaksi yang terjadi pada Agustus lalu itu. Meski begitu, Hildebrand memilih untuk mengundurkan diri. "Kepergian dia sudah tak terelakkan," kata Neil MacKinnon, strategi makro global di VTB Capital di London.

Pascapengunduran diri Hildebrand, mata uang Swiss naik ke 1,2108 franc per euro atau naik 0,1 persen dari harga penutupan 6 Januari. Bank Sentral Swiss dalam sebuah pernyataannya bilang, mereka akan mempertahankan franc di level 1,20 per euro.

Menurut tabloid lokal Blick, istri Hildebrand merupakan mantan pialang dan pemilik galeri seni Zurich. Ia dikabarkan berhasil meraup 60.000 franc Swiss atau sekitar 64.000 dollar AS atas perdagangan mata uang senilai 500.000 franc. Transaksi tersebut dilakukan tiga pekan sebelum Hildebrand membuat kebijakan untuk membatasi pergerakan franc guna menghindari fluktuasi mata uang yang berlebihan.

Bank Nasional Swiss telah melakukan investigasi atas perdagangan valas yang dilakukan istri Hildebrand pada bulan lalu. Kesimpulannya, tidak ada pelanggaran internal atas perdagangan valas itu.

Akan tetapi, bukan masalah investasi yang dihebohkan, aksi sang istri tersebut menimbulkan hiruk pikuk seputar kerahasiaan bank. Pasalnya, transaksi yang dilakukan bisa saja memanfaatkan informasi penting dari Bank Sentral yang tentu saja sangat rahasia.

Seperti diketahui, Swiss selama ini dikenal sebagai negara dengan kerahasiaan bank yang superketat. Masalah ini menjadi besar ketika diketahui oleh rival politik Hildebrand, yaitu Christoph Blocher, yang pertama kali mengungkapkan masalah ini.

Hildebrand bergabung dengan bank sentral mulai tahun 2003, dan menjadi Gubernur Bank Sentral sejak Januari 2010. Sebelum itu, ia adalah kepala investasi di bank swasta Vontobel Group di Zurich dan Uni Bancaire Privee di Jenewa.

Sewaktu menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Swiss, ia memperkuat aturan keuangan dan memaksa UBS AG dan Credit Suisse Group AG untuk meningkatkan modal penyangga. Selain itu, ia juga menurunkan biaya pinjaman bulan September 2011 dan ikut membantu ekonomi Swiss dari ancaman deflasi. (Asnil Bambani Amri/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau