Jamsostek Kucurkan Pinjaman Rumah Rp 220 Miliar

Kompas.com - 10/01/2012, 12:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jamsostek menargetkan kerja sama dengan 20 bank untuk mengucurkan dana pinjaman uang muka perumahan (PUMP) bagi pekerja peserta jaminan sosial sebesar Rp 220 miliar selama 2012. Adanya PUMP ini diharapkan bisa meringankan pekerja untuk memiliki rumah sendiri.

Demikian dikatakan Dirut PT Jamsostek, Hotbonar Sinaga, dalam siaran pers kerja sama dengan Bank Pembangunan Papua di Jakarta, Senin (9/1/2012) kemarin. Ia mengatakan, jalinan kerja sama dengan perbankan nasional dan daerah itu untuk meningkatkan daya serap dana PUMP. Sebelumnya, Jamsostek sendiri yang menyalurkan dana PUMP. Tetapi, karena keterbatasan personal dan keterbatasan kemampuan, BUMN tersebut menjalin kerja sama dengan perbankan yang dinilai lebih kompeten.

Perluasan kerja sama dengan bank itu pernah dilakukan pada 2009 dan terbukti permasalahan penyaluran dana PUMP berkurang, sementara daya serap dari pekerja juga meningkat. Pada akhir 2011 sudah terjalin kerja sama dengan 11 perbankan. Senin ini terjalin kerja sama ke-12 dengan BP Papua.

Dirut Bank Pembangunan Papua, Eddy R Sinulingga, mengatakan pihaknya pada tahap awal akan menawarkan dana PUMP bagi 7.000 orang karyawan PT Freeport Indonesia. Perusahaan multinasional itu sudah menyediakan lahan bagi pekerjanya.

Adapun dengan PUPM ini, pekerja yang berupah Rp 10 juta ke atas bisa mengajukan PUMP hingga Rp 50 juta dengan masa cicilan 10 tahun dan bunga 3 persen pertahun. Selain itu, kerja sama tersebut akan diperluas dengan menempatkan sejumlah dana sebagai bentuk investasi PT Jamsostek sesuai dengan kebutuhan bank pembangunan daerah tersebut.

Menurut Dirut Bank Pembangunan Papua itu, besarnya nilai dana PUMP yang ditempatkan bergantung pada realisasi pembangunan rumah.

"Untuk penempatan dana investasi masih akan dibicarakan lebih lanjut," katanya.

Sementara itu, menurut Hotbonar, pihaknya meminta agar kerja sama tersebut berlaku resiprocal, yakni BP Papua hendaknya memasukkan karyawan tetap dan outsourcing dalam program jaminan sosial. Ketentuan itu hendaknya dikembangkan hingga ke pekerja di perusahaan rekanan dan debiturnya, sehingga bisa memberi manfaat bagi pekerja terkait.

Hotbonar menjelaskan, alokasi dana PUMP sebesar Rp 220 miliar itu untuk 10.000 pekerja, meskipun BUMN itu memiliki dana Rp 500 miliar.

"Jika (Rp 220 miliar) kurang kami akan mengajukan persetujuan tambahan ke pemegang saham," kata Hotbonar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau