JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Marketing Pelita Jaya Karawang, Iman Arif, menyatakan bahwa kondisi Diego Michiels memang tengah tertekan saat memutuskan kontraknya secara tiba-tiba. Oleh karena itu, Iman tak yakin dengan keputusan yang diambil oleh Diego.
"Diego tak mengerti bahwa banyak hal harus ia selesaikan. Diego sangat labil. Dia merasa bahwa dengan bermain di Pelita terus, dia tidak main di timnas. Tapi saya bilang ke dia bukan begitu," ujar Iman Arif kepada wartawan sebelum Pelita melakukan audiensi dengan Komisi X DPR di kantor DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
Iman merasa yakin bahwa ada tekanan dari pihak PSSI kepada Diego. Bukan hanya tekanan, Iman juga yakin bahwa PSSI melakukan tindakan persuasif kepada Diego sehingga mengambil keputusan keluar dari Pelita.
"Jadi memang ada tekanan untuk keluar agar bisa bela timnas. Bukan hanya Diego saja. Termasuk naturalisasi lain yang memang saya dekat dengan mereka. Ada Stefano, ada Greg Nwokolo, ada Victor (Igbonefo). Satu yang paling labil adalah Diego," lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Diego secara mengejutkan memutuskan kontraknya dengan Pelita Jaya dengan alasan ingin tetap membela timnas. Untuk tetap menjaga peluangnya masuk timnas Merah Putih, Diego akhirnya memilih Persija Jakarta yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL).
Pelita yang tak terima dengan tindakan Diego ini lantas melaporkan kasusnya ke FIFA dan juga pengadilan. Namun, kata Iman Arif, pihaknya masih berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik.
"Ya, kita cari jalan keluar," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang