Direktur Pelita Jaya: Diego Labil

Kompas.com - 10/01/2012, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Direktur Marketing Pelita Jaya Karawang, Iman Arif, menyatakan bahwa kondisi Diego Michiels memang tengah tertekan saat memutuskan kontraknya secara tiba-tiba. Oleh karena itu, Iman tak yakin dengan keputusan yang diambil oleh Diego.

"Diego tak mengerti bahwa banyak hal harus ia selesaikan. Diego sangat labil. Dia merasa bahwa dengan bermain di Pelita terus, dia tidak main di timnas. Tapi saya bilang ke dia bukan begitu," ujar Iman Arif kepada wartawan sebelum Pelita melakukan audiensi dengan Komisi X DPR di kantor DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Iman merasa yakin bahwa ada tekanan dari pihak PSSI kepada Diego. Bukan hanya tekanan, Iman juga yakin bahwa PSSI melakukan tindakan persuasif kepada Diego sehingga mengambil keputusan keluar dari Pelita.

"Jadi memang ada tekanan untuk keluar agar bisa bela timnas. Bukan hanya Diego saja. Termasuk naturalisasi lain yang memang saya dekat dengan mereka. Ada Stefano, ada Greg Nwokolo, ada Victor (Igbonefo). Satu yang paling labil adalah Diego," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Diego secara mengejutkan memutuskan kontraknya dengan Pelita Jaya dengan alasan ingin tetap membela timnas. Untuk tetap menjaga peluangnya masuk timnas Merah Putih, Diego akhirnya memilih Persija Jakarta yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL).

Pelita yang tak terima dengan tindakan Diego ini lantas melaporkan kasusnya ke FIFA dan juga pengadilan. Namun, kata Iman Arif, pihaknya masih berusaha untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik.

"Ya, kita cari jalan keluar," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau