Bersaing Menjadi Sekolah Sobat Bumi

Kompas.com - 10/01/2012, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 25 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, berkompetisi secara ketat untuk menjadi Sekolah Sobat Bumi (SSB) Champion. Para penerima Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut merupakan sekolah yang terseleksi dari 56 sekolah Adiwiyata yang telah mengajukan proposal kepada Pertamina Foundation selaku penyelenggara program.

Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono menjelaskan, SSB merupakan program sekolah berbasis lingkungan lanjutan dari Adiwiyata yang didorong tidak lagi untuk memikirkan diri sendiri. SSB diharapkan berbagi keberhasilan dengan sekolah-sekolah lain agar dapat menerapkan hidup berbudaya lingkungan di sekolah binaan lainnya.

"Sekolah-sekolah ini diajak untuk memikirkan sekolah lain juga," kata Nina, Selasa (10/1/2012) di Jakarta.

SSB Champion merupakan adopsi 15 sekolah Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nonmandiri yang memenuhi syarat untuk dijadikan model sekolah ideal ramah lingkungan. Selanjutnya, 15 sekolah terseleksi itu wajib membina 10 sekolah SSB binaan lainnya. Program ini ditargetkan akan selesai pada 2014.

Dalam seleksi yang digelar dua hari sejak Senin hingga Selasa (9-10/1/2012) itu, ke-25 sekolah calon SSB Champion yang tersebar di sembilan provinsi harus mempertahankan proposal proyek ramah lingkungan yang telah diajukan sebelumnya. Proposal proyek meliputi empat topik utama, yakni energi terbarukan, pengolahan limbah, tabung pohon, dan transportasi ramah lingkungan.

Menurut Nina, para penerima Adiwiyata merupakan sekolah-sekolah hebat yang telah mempraktikan hidup ramah lingkungan di sekolahnya. Namun, seharusnya tidak berhenti di situ karena sekolah tersebut harus dapat menularkan kebiasaan baiknya kepada sekolah lain.

"Pada posisi itulah, Pertamina Foundation mendorong agar SSB Champion dapat membina sekolah-sekolah lain," katanya.

Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Pertamina Foundation Ahmad Rizali mengatakan, hal yang membedakan SSB dengan program lainnya adalah pada sistem pembinaan. SBB Champion dituntut untuk menjadi pembina bagi sekolah lain yang diarahkan menjadi calon penerima Adiwiyata.

Untuk mencapainya, Pertamina Foundation akan melakukan pendampingan teknis langsung ke sekolah-sekolah dari para maestro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau