JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 25 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, berkompetisi secara ketat untuk menjadi Sekolah Sobat Bumi (SSB) Champion. Para penerima Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut merupakan sekolah yang terseleksi dari 56 sekolah Adiwiyata yang telah mengajukan proposal kepada Pertamina Foundation selaku penyelenggara program.
Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono menjelaskan, SSB merupakan program sekolah berbasis lingkungan lanjutan dari Adiwiyata yang didorong tidak lagi untuk memikirkan diri sendiri. SSB diharapkan berbagi keberhasilan dengan sekolah-sekolah lain agar dapat menerapkan hidup berbudaya lingkungan di sekolah binaan lainnya.
"Sekolah-sekolah ini diajak untuk memikirkan sekolah lain juga," kata Nina, Selasa (10/1/2012) di Jakarta.
SSB Champion merupakan adopsi 15 sekolah Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nonmandiri yang memenuhi syarat untuk dijadikan model sekolah ideal ramah lingkungan. Selanjutnya, 15 sekolah terseleksi itu wajib membina 10 sekolah SSB binaan lainnya. Program ini ditargetkan akan selesai pada 2014.
Dalam seleksi yang digelar dua hari sejak Senin hingga Selasa (9-10/1/2012) itu, ke-25 sekolah calon SSB Champion yang tersebar di sembilan provinsi harus mempertahankan proposal proyek ramah lingkungan yang telah diajukan sebelumnya. Proposal proyek meliputi empat topik utama, yakni energi terbarukan, pengolahan limbah, tabung pohon, dan transportasi ramah lingkungan.
Menurut Nina, para penerima Adiwiyata merupakan sekolah-sekolah hebat yang telah mempraktikan hidup ramah lingkungan di sekolahnya. Namun, seharusnya tidak berhenti di situ karena sekolah tersebut harus dapat menularkan kebiasaan baiknya kepada sekolah lain.
"Pada posisi itulah, Pertamina Foundation mendorong agar SSB Champion dapat membina sekolah-sekolah lain," katanya.
Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Pertamina Foundation Ahmad Rizali mengatakan, hal yang membedakan SSB dengan program lainnya adalah pada sistem pembinaan. SBB Champion dituntut untuk menjadi pembina bagi sekolah lain yang diarahkan menjadi calon penerima Adiwiyata.
Untuk mencapainya, Pertamina Foundation akan melakukan pendampingan teknis langsung ke sekolah-sekolah dari para maestro.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang