Tokyo, Kompas
Jepang—melalui anggota delegasinya, Nobuo Kishi, Selasa (10/1)—menegaskan, Semenanjung Korea harus diperjuangkan bebas dari senjata nuklir. Korea Utara juga harus menghormati hak asasi manusia.
”Bersama lembaga lain seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Parlemen Asia Pasifik harus melihat Semenanjung Korea,
Dalam forum yang dimulai Senin kemarin dan akan berlangsung selama empat hari ini, Jepang juga meminta dukungan terkait nasib 10 warganya yang diduga diculik Korea Utara.
Dalam forum itu, Jepang bahkan membagikan video dan selebaran yang menjelaskan latar belakang warganya yang menjadi korban penculikan.
Juru bicara Korea Selatan, Lee Jong-heuk, menuturkan, perlu adanya saluran diplomatik yang harus dipastikan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
Sementara itu, wakil dari Indonesia, Bokiratu Susanti, menegaskan, Korea Selatan dan Korea Utara harus memastikan tercapainya cita-cita penyatuan Korea seperti yang disepakati kedua negara dalam pernyataan bersama tahun 1972.
”Semua pihak juga harus mendukung denuklirisasi di Semenanjung Korea. Perlucutan senjata nuklir menjadi sesuatu yang harus dilakukan untuk menjamin keberlangsungan stabilitas politik di kawasan itu,” tambah Susanti.
Laode Ida, anggota delegasi Indonesia lainnya, menuturkan, kemerdekaan Palestina dan demokratisasi di Myanmar juga menjadi masalah politik dan keamanan yang perlu diperhatikan di Asia Pasifik.
Diperlukan pembangunan keamanan dan kerja sama regional yang lebih kuat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
”Kunci penyelesaian persoalan Palestina adalah pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan negara itu,” kata Emma Yohanna, anggota delegasi dari Indonesia.
Indonesia, lanjut Yohanna, mendukung penuh keanggotaan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menolak semua bentuk pendudukan serta intervensi militer oleh pihak asing di negara itu.