ATF Mantapkan Manado sebagai Kota MICE

Kompas.com - 11/01/2012, 06:05 WIB

MANADO, KOMPAS.com – Kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, sejak tahun 2010 telah dicanangkan sebagai salah satu dari 14 kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) oleh pemerintah. Mengawali tahun 2012, Manado kembali menggelar ajang MICE dalam skala besar, yaitu menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum (ATF) yang berlangsung dari 8-16 Januari 2012.

“Kita promosi di lebih banyak tempat. Jangan hanya Bali. Manado punya potensi untuk lokasi MICE,”  kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu pada saat jamuan makan malam para delegasi ATF di Manado, Selasa (10/1/2012).

Mari menuturkan dalam ajang tahunan ATF tersebut juga berlangsung ATF TRAVEX yang merupakan pameran bursa wisata yang melibatkan industri pariwisata dari negara-negara ASEAN sebagai seller (penjual). Dari ASEAN sendiri, lanjut Mari, terdapat sekitar 400 penjual. Sedangkan dari pihak buyer (pembeli) ada sekitar 500 pembeli dari berbagai negara di dunia.

“Jadi ada hampir 1.000, ini paling besar selama penyelenggaraan TRAVEX,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Utara, Haefrey Sendoh menyebutkan kesiapan Manado sebagai kota MICE salah satunya dengan memiliki 2.600 kamar hotel berbintang mulai tiga sampai lima.

“Ini di luar hotel melati. Beberapa panitia dari luar malah menyebut hotel melati di Manado bisa dikategorikan sekualitas bintang 1,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Haefrey, sebagai tempat untuk exhibition atau pameran, Manado memiliki Grand Kawanua Convention Centre yang memiliki luas sekitar 4.500 meter persegi atau dapat menampung sekitar 500 stan berukuran tiga kali tiga.

“Kita juga ada Gedung SMESCO untuk skala kecil. Juga ada Manado Convention Centre yang pernah menjadi tempat pameran teknologi tepat guna di tahun 2008,” jelasnya.

Beberapa acara MICE dalam skala besar, tutur Haefrey, pernah diselenggarakan di Kota Manado. Sebut saja seperti World Ocean Conference, CTI Summit, dan Sail Bunaken di tahun 2009. Kemudian di tahun 2010, Manado menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara penghasil kelapa sawit se-Asia Pasifik.

“Yang terbesar itu World Ocean Conference. Lebih besar daripada ATF ini. Jumlah negara yang ikut lebih besar. Tahun 2010 juga menjadi tempat ASEAN Economic Ministers Meeting,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang menyebutkan bahwa tahun 2012 Sulawesi Utara menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 100.000 orang. Sementara target jumlah kunjungan wisman secara nasional sendiri sebesar 8 juta di 2012.

“Saat ini, pariwisata baru menyumbang 15 persen dari PAD (pendapatan asli daerah) kita,” katanya.

Namun ia optimis adanya kenaikan sumbangan pariwisata pada PAD karena rencana dibukanya beberapa rute penerbangan dari luar Indonesia langsung menuju Manado. Selama ini Sulawesi Utara, lanjutnya, dikenal sebagai wisata maritim dengan Bunaken sebagai ikon.

“Kita juga ada wisata pegunungan, danau, budaya, religius, kuliner. Oleh karena itu kami berani melaksanakan ini (ATF). Kita telah ditetapkan sebagai tujuan MICE,” ungkapnya.

ATF merupakan usaha regional untuk mempromosikan kawasan ASEAN  sebagai satu destinasi wisata. Ajang tahunan ini melibatkan semua sektor industri pariwisata dari 10 negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Tahun 2012, ATF diselenggarakan di Indonesia yang mendatangkan 1.600 delegasi dari berbagai negara

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau