Benarkah Es Krim yang Mudah Cair Lebih Sehat?

Kompas.com - 11/01/2012, 10:51 WIB

KOMPAS.com - Selama ini banyak orang beranggapan bahwa es krim yang lebih mudah mencair adalah es krim yang lebih sehat dibanding dengan es krim yang sulit mencair.

"Pada dasarnya es krim terbuat dari bahan dasar yang cair seperti susu atau santan dengan berbagai bahan tambahan lainnya," ungkap chef Sandra Djohan kepada Kompas Female dalam acara 'Inspirasi Rasa Nusantara bersama Wall's Dung Dung' di Demang restoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2012).

Mitos ini bisa dikatakan benar karena es krim yang lebih mudah mencair berarti memiliki kandungan cairan yaitu susu atau santan yang lebih banyak dibanding bahan lainnya. Kandungan susu yang lebih banyak dalam es krim ini berarti bahwa protein, vitamin yang terkandung di dalamnya semakin banyak dan semakin sehat. Namun bagi yang berdiet, es krim jenis ini sebaiknya dihindari karena kandungan kalorinya cukup tinggi.

Selain adanya kandungan susu yang lebih banyak, es krim yang lebih mudah mencair ini berarti merupakan es krim homemade. Dengan proses pembuatan yang homemade ini partikel es krim ini tidak melekat kuat antarbahannya sehingga akan lebih mudah mencair.

"Proses pembuatan pada es krim pabrikan ini yang dibuat dengan mesin es krim ini akan memiliki kecepatan putaran yang stabil dan tinggi sehingga konsistensinya lebih stabil dan lama mencairnya," jelas Sandra.

Kandungan bahan kimia juga berpengaruh pada cepat atau lamanya es krim ini mencair. Semakin banyak kandungan bahan kimia dalam es krim berarti semakin lama es ini mencair. Contohnya, stabilizer atau pengemulsi ini akan membuat es krim ini semakin lama mencair.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau