Penyaluran dana bos

ICW: Dana BOS 2012 Masih Rawan Bocor

Kompas.com - 11/01/2012, 10:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta untuk tetap mewaspadai keterlambatan dan kebocoran penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah daerah rawan. Hal itu dikatakan Koordinator Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, Rabu (11/1/2011), di Jakarta.

Kerawanan itu, kata Febri, bisa saja dari sisi geografis, mau pun rawan dari sisi konflik politik. Meski pun, Kemdikbud menyatakan, penyaluran dana BOS pada minggu kedua triwulan I telah mencapai 34,76 persen.
 
Ia menjelaskan, kebocoran penyaluran dan penggunaan dana BOS masih mungkin terjadi. Mengingat, dana BOS sering kali digunakan sebagai kendaraan politik yang strategis. Tak terkecuali tahun ini, khususnya di daerah-daerah yang akan melaksanakan pemilihan gubernur.

Selain itu, kata dia, apa pun mekanisme yang digunakan, potensi kebocoran akan tetap ada. Apalagi, tata kelola dan sistem pengawasan dana BOS yang masih lemah. Terutama pada persoalan audit ratusan ribu sekolah yang menerima dana BOS.

"Siapa yang akan mengaudit ratusan ribu sekolah penerima dana BOS? BPK, BPKP?" kata Febri.

Seperti diketahui, baik BPK mau pun BPKP hanya memiliki auditor tidak lebih dari sepuluh ribu orang. Jika dibandingkan antara jumlah auditor di lembaga audit dengan banyaknya jumlah sekolah penerima dana BOS, maka perbandingannya tidak seimbang.

"Jumlah auditor jauh lebih kecil. Apalagi, auditor itu tidak hanya mengaudit sekolah, tetapi juga insitusi pemerintah dan negara lain di seluruh indonesia," papar Febri.

Menurutnya, dalam konteks ini keterbukaan informasi publik menjadi penting. Meski tak tercantum dalam petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana BOS 2012, Febri berharap masyarakat dapat menjadi benteng terakhir dalam mengawasi dana BOS.

"Keterbukaaan informasi publik pengelolaan dana BOS (dokumen APBS, buku kas umum, SPJ ) yang dapat diakses masyarakat menjadi sangat penting," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau